KUNINGAN – Dani Iskandar atau dikenal Dani Toleng, resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Kuningan. Keputusan diambil dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di D’jons Kuningan, Selasa, (14/7/2026).

‎Terpilihnya Dani Toleng menjadi tonggak baru kepemimpinan PA GMNI Kuningan setelah kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Rana Suparman selama tiga periode atau sekitar 15 tahun.

‎Usai terpilih, Toleng berterima kasih kepada seluruh alumni atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya akan mengedepankan semangat kekeluargaan sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi.

‎”Alhamdulillah acara berjalan lancar dan mufakat. Yang ingin kita bangun adalah semangat kekeluargaan. Alumni GMNI bisa kembali berkumpul setelah sekian lama, saling mengenal, saling menguatkan, dan mempererat konsolidasi,” ujarnya.

‎Menurutnya, PA GMNI tidak semata-mata menjadi ruang politik bagi para alumninya. Organisasi tersebut justru diharapkan menjadi wadah silaturahmi, konsolidasi, dan pengabdian bersama bagi seluruh kader yang pernah berproses di GMNI.

‎”Yang paling penting adalah kebersamaan. Politik bukan menjadi orientasi utama. Yang utama bagaimana alumni tetap terhubung, tahu keberadaan satu sama lain, dan bisa bergerak bersama,” katanya.

‎Pihaknya juga mengajak seluruh alumni untuk tetap berada di garis perjuangan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Ia menilai, keberadaan PA GMNI harus memberikan kontribusi nyata, baik melalui pemikiran maupun karya, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga bagi kemajuan Kabupaten Kuningan.

‎”Harapan kami, teman-teman alumni bisa terus berkontribusi melalui gagasan dan karya. Baik secara pribadi, melalui organisasi PA GMNI, maupun untuk kepentingan masyarakat Kuningan secara lebih luas,” ucapnya.

‎Lebih lanjut, Dani menegaskan PA GMNI akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan memberikan dukungan terhadap program pembangunan, sekaligus menjalankan fungsi kontrol secara konstruktif.

‎”Kita siap mendukung pemerintah daerah, tetapi juga memberikan kritik dan koreksi yang membangun. Baik kepada eksekutif maupun legislatif, semuanya demi kemajuan Kabupaten Kuningan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni seperti PA GMNI.‎

‎”PA GMNI memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas dan tersebar di berbagai bidang. Potensi ini harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kuningan,” ujar Dian.

‎Ia berharap, sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan PA GMNI dapat terus terjalin dengan baik melalui berbagai kontribusi pemikiran, kritik yang konstruktif, serta kolaborasi dalam mendukung program-program pembangunan daerah.