
KUNINGAN — Panggung pameran visual bergengsi DKV Fest Vol. 7 Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kuningan (UNIKU) resmi dibuka pada Jumat (25/9/2026). Bertempat di Kampus 2 Fakultas Ilmu Komputer UNIKU, ajang tahunan ini mengusung tema besar “Metamorph” sebuah refleksi tentang fase transformasi karya dan perjalanan hidup manusia.
Membuka helatan tersebut, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan pesan menohok bagi para mahasiswa DKV. Di tengah kepungan era digital dan lompatan teknologi visual, Dian meminta para desainer muda tidak terjebak membuat karya yang hanya berhenti di taraf pemuas mata.
“Saya ingin melihat karya mahasiswa ini bukan sekadar produk seni, melainkan ungkapan intelektual. Karya itu tidak boleh cuma eye-catching atau sekadar menggoda di awal, tapi harus eye-opening punya kedalaman makna yang mampu membuka sudut pandang baru,” ujar Dian di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika.
Dian menegaskan, kreativitas tanpa tumpuan gagasan dan kemampuan komunikasi hanya akan berakhir menjadi pajangan mati. Sebaliknya, gagasan brilian tanpa kecakapan penyampaian pesan tidak akan sampai ke benak publik.
Inspirasi Tak Cuma dari Layar Komputer
Di hadapan para peserta DKV Fest, Bupati Dian menyentil kebiasaan generasi muda yang terlalu menggantungkan inspirasi dari layar monitor dan jaringan internet. Ia mendorong mahasiswa DKV UNIKU untuk turun ke lapangan dan memotret realitas sosial secara langsung.
“Ilmu yang luas itu ada di sekeliling kita. Jangan cuma cari inspirasi dari layar. Datangi pedagang pasar tradisional, obroli petani, seniman, budayawan, hingga pelaku UMKM. Isu lingkungan, sejarah desa, hingga kearifan lokal Kuningan adalah bahan baku gagasan yang sangat kaya,” tegasnya.
Memaknai filosofi tema “Metamorph”, Dian berharap dorongan metamorfosis itu lahir dari kesadaran internal mahasiswa agar menghasilkan inovasi yang berkelanjutan.
Sorotan International Exhibition dari 8 Negara
DKV Fest Vol. 7 tahun ini tampil beda dan lebih bergigi. Ketua Panitia menjelaskan, pameran tidak hanya memajang karya mahasiswa lokal, tetapi juga menggelar International Exhibition yang menampilkan 50 karya terkurasi dari seniman dan desainer asal 8 negara.
Karya-karya mancanegara yang dipamerkan tersebut berasal dari Turki, Meksiko, Kenya, Polandia, Amerika Serikat, Argentina, Taiwan, hingga tuan rumah Indonesia. Selain galeri pameran internasional, helatan ini diisi dengan rangkaian workshop, panggung komunitas, serta diskusi praktisi industri kreatif. ***





