
KUNINGAN – Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Dusun Tengah RT 06 RW 02, Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, Selasa (29/9/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp75,5 juta.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari Kepala Desa Pasayangan sekitar pukul 00.55 WIB.
“Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 01.02 WIB dan tiba sekitar pukul 01.15 WIB. Pemadaman dan proses pendinginan kemudian dilakukan hingga sekitar pukul 01.50 WIB,” ujar Andri.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak enam anggota Regu 2 bersama Kepala Damkar dikerahkan dengan satu unit kendaraan pemadam KR4. Petugas juga dibantu aparat desa dan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi, Ocin (48), kebakaran diketahui sekitar pukul 00.40 WIB setelah terdengar suara letukan dari dalam rumah. Saat diperiksa, api terlihat sudah membakar bagian atap di area dapur dan dengan cepat merambat ke bagian bangunan lainnya.
Saksi bersama warga kemudian berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan. Kepala desa yang menerima laporan dari warga kemudian segera mendatangi lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Dari hasil pengumpulan bahan keterangan di lokasi, api diduga bermula dari tungku yang digunakan untuk memasak air. Tungku tersebut diduga belum benar-benar padam, kemudian api merambat ke kandang ayam dan tumpukan kayu bakar hingga akhirnya menjalar ke bagian atap rumah,” jelasnya.
Rumah tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni Junah (80), Mamat (60), dan Ocin (48). Setelah kejadian, ketiganya mengungsi sementara ke rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Adapun bangunan yang terbakar diperkirakan memiliki luas 6 x 7 meter atau sekitar 42 meter persegi. Kerugian bangunan ditaksir sebesar Rp73,5 juta, ditambah kerugian sejumlah barang seperti ranjang tidur, sofa, serta perlengkapan rumah tangga dengan total sekitar Rp2 juta. Dengan demikian, total kerugian diperkirakan mencapai Rp75,5 juta.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa jarak lokasi yang cukup jauh serta akses jalan menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) yang relatif sempit.
Andri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber potensi kebakaran, khususnya saat menggunakan tungku, gas maupun peralatan listrik.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan tungku dalam kondisi masih menyala atau belum benar-benar padam. Selain itu, periksa secara berkala selang dan regulator gas, hindari penggunaan colokan listrik yang bertumpuk, serta gunakan kabel dan perangkat listrik yang memenuhi standar,” imbaunya.
Ia juga mengajak pemerintah desa maupun pengelola lingkungan untuk menyiapkan langkah mitigasi kebakaran, seperti menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan tandon air sebagai bentuk kesiapsiagaan awal.
“Apabila terjadi kebakaran, segera evakuasi diri dan hubungi petugas pemadam kebakaran. Layanan penanganan kebakaran tidak dipungut biaya,” tegasnya.





