KUNINGAN – Universitas Islam Al-Ihya Kuningan menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 mulai Kamis (1/10/2026) hingga Sabtu. Sebanyak 512 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring.

Ketua Pelaksana PKKMB UNISA Kuningan, Asep Nugraha, menyebutkan, total peserta tersebut terdiri dari mahasiswa reguler dan rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Pelaksanaannya dilaksanakan gabungan antara online dan offline.

“Jumlah peserta PKKMB total 512. Ada mahasiswa lama sekitar 54 orang yang tahun kemarin belum ikut PKKMB. Untuk teman-teman RPL yang terkendala jarak dan sebagian sudah bekerja, kami fasilitasi secara online melalui Zoom,” ujar Asep.

Menurutnya, materi utama PKKMB mengacu pada panduan yang berlaku. Para mahasiswa mendapatkan pengenalan mengenai Tridarma Perguruan Tinggi, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, serta pengenalan yayasan dan lingkungan kampus.

Selain materi pengenalan kehidupan kampus, rangkaian kegiatan juga akan ditutup dengan pengajian dalam rangka Maulid Nabi serta pentas seni yang melibatkan mahasiswa maupun dosen.

Rektor UNISA Kuningan, Dr. Nurul Iman Hima Amrullah, mengatakan PKKMB tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada pengetahuan.

“Untuk mahasiswa baru ini kami kenalkan dulu kehidupan kampus. Kemudian titik tekan kita menyadarkan mereka bahwa pengetahuan saja tidak cukup. Sehingga di motonya ada knowledge, kemudian diikuti dengan morality,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan PKKMB, mahasiswa juga mendapatkan wawasan dari sejumlah narasumber eksternal, di antaranya dari Badan Narkotika Nasional (BNN), materi terkait bela negara dari TNI, dan berbagai pengetahuan lain yang dinilai relevan dengan kehidupan mahasiswa.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga lulus, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan harapan mereka ketika memilih UNISA Kuningan.

“Kami harapkan mereka bisa kuliah sampai akhir. Tanggung jawab kita bukan hanya mereka masuk, tetapi bagaimana mereka mendapatkan apa yang mereka harapkan,” ujarnya.

Komitmen UNISA Kuningan terhadap akses pendidikan juga ditunjukkan dengan diterimanya empat mahasiswa difabel pada tahun akademik ini. Keempatnya akan bergabung dengan 14 mahasiswa difabel yang saat ini masih menempuh pendidikan di UNISA Kuningan.

Iman menjelaskan, sebagian mahasiswa difabel di UNISA mendapatkan dukungan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus penyandang disabilitas. Sementara bagi empat mahasiswa baru yang diterima tahun ini, kampus bersama yayasan akan berupaya mencarikan skema beasiswa agar mereka dapat melanjutkan pendidikan.

“Kami bersama yayasan sepakat, silakan masuk (kuliah) saja dulu, nanti kita carikan beasiswanya. Kampus maupun yayasan bekerja sama agar mereka bisa berkuliah,” katanya.

Menurutnya, keterbukaan terhadap mahasiswa difabel merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Selain kompetensi akademik sesuai program studi, UNISA Kuningan juga membekali mahasiswa dengan kecakapan keislaman yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Rektor menyebut mahasiswa dibekali sejumlah keterampilan seperti praktik ibadah, tilawah, memimpin doa hingga khotbah. Keterampilan tersebut diberikan sebagai kompetensi tambahan yang diharapkan bermanfaat ketika mahasiswa terjun ke masyarakat, terlepas dari program studi yang ditempuh.

“Pelatihan-pelatihan seperti itu, apa pun jurusannya, di masyarakat sangat dibutuhkan. Itu keahlian tambahan khususnya berkenaan dengan keislaman sebagai ciri khas kita,” ujarnya.

Dari total 512 peserta PKKMB tahun ini, sekitar 71 mahasiswa tercatat telah memperoleh KIP. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pengajuan dan penetapan penerima beasiswa berikutnya.

Rektor mengatakan kampus juga tetap memberikan ruang bagi mahasiswa yang masih menunggu keputusan beasiswa untuk mengikuti proses pendidikan dan kegiatan PKKMB.

Di sisi lain, UNISA Kuningan terus memperkuat hubungan dengan berbagai pihak guna memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat keterhubungan lulusan dengan dunia kerja.

Dalam bidang penyerapan lulusan, UNISA Kuningan mencatat sejumlah program studi memiliki peluang kerja yang berkembang seiring kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah.

Salah satu yang disoroti adalah lulusan bidang gizi. Selain kebutuhan tenaga ahli gizi di fasilitas kesehatan, lulusan juga terserap dalam pelaksanaan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Lulusan UNISA Kuningan disebut telah bekerja tidak hanya di Kabupaten Kuningan, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Cianjur dan Tasikmalaya.

UNISA juga menjalin kerja sama dengan Persatuan Guru Madrasah (PGM) untuk memperkuat kapasitas guru-guru madrasah, termasuk membuka kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Sementara itu, pada tahun ini UNISA Kuningan menargetkan meluluskan sekitar 223 mahasiswa dari seluruh program studi. Sebagian mahasiswa lainnya dijadwalkan menyelesaikan pendidikan pada tahun berikutnya.***