
KUNINGAN – Kabar seorang wasit menjadi korban pembegalan hingga kehilangan uang Rp15 juta dan satu genggam telepon seluler (HP) ternyata akal-akalan dan tidak benar. Informasi tersebut ternyata direkayasa dari korban karena takut perbuatannya diketahui orang tua.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, mengatakan pihaknya sempat menerima laporan terkait dugaan pembegalan tersebut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah kejanggalan.
“Kejadian itu hoaks. Sang korban sempat melakukan pembuatan laporan. Namun setelah kami cek ke TKP, pemeriksaan, motornya juga tidak ada kerusakan,” ujarnya, Senin, (24/8/2026).
Polisi kemudian meminta keterangan dari korban dan orang tuanya untuk mengungkap fakta sebenarnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, korban akhirnya mengakui bahwa peristiwa pembegalan yang dilaporkannya tidak pernah terjadi.
Menurutnya, uang yang disebut hilang akibat dibegal ternyata digunakan korban untuk judi online. Korban kemudian membuat cerita seolah-olah menjadi korban begal karena khawatir penggunaan uang tersebut diketahui oleh orang tuanya.
“Kami sudah menerima keterangan dari pihak korban dan orangtuanya. Dan pihak korban juga jujur bahwa kejadian tersebut hoaks. Alih-alih dibegal, pengakuannya uang tersebut untuk judol, takut ketahuan orangtuanya,” jelasnya.
Dengan terungkapnya fakta tersebut, polisi memastikan informasi mengenai wasit yang menjadi korban begal dan kehilangan uang Rp15 juta serta HP merupakan informasi palsu.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama terkait dugaan tindak kriminal.
“Pelaku sudah minta maaf dan mencabut laporan. Untuk status wasitnya akan kami cek,” pungkasnya.
Berita Cikalpedia.id sebelumnya, seorang wasit futsal asal Kabupaten Kuningan dikabarkan menjadi korban pembegalan saat hendak menjalankan tugas di Cirebon. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu malam (22/8/2026) sekitar pukul 20.00 – 20.30 WIB di wilayah Kabupaten Kuningan.
Informasi tersebut diperoleh dari rekan korban yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari pihak keluarga sekitar pukul 00.30 WIB. Menurut informasi yang diterimanya, korban diketahui kehilangan uang tunai sekitar Rp15 juta serta satu unit telepon seluler akibat kejadian tersebut
“Saya juga baru tahu jam setengah satu malam. Ditelpon, dan dapat kabar kena begal,” ujarnya.





