KUNINGAN – Halalbihalal Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang digelar se-Ciayumajakuning menjadi momen baru dalam mempererat persatuan dan sinergi.

Acara yang dilaksanakan di Ipukan Highlind Kuningan, Kamis, (9/4/2026) itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir pada kesempatan itu perwakilan berbagai organisasi wanita dari Kabupaten Kuningan, Cirebon, Indramayu, dan Majalengka.

Momentum tidak hanya ajang ramah tamah dan silaturahmi, tetapi juga sebagai wahana konsolidasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan.

Ketua GOW Kuningan, Hj. Rini Sujiyanti, menegaskan pentingnya menjaga soliditas antar organisasi perempuan sebagai kekuatan strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, peran perempuan semakin krusial, terutama dalam mendorong program-program pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.

“Halalbihalal ini menjadi momentum untuk silaturahmi aktivis perempuan. Ini juga menjadi dasar pondasi kami bagaimana perempuan bisa maju dan kuat,” tuturnya.

Pemilik Rumah Sakit Juanda Kuningan itu mengingatkan bahwa pembentukan GOW wilayah Ciayumajakuning pada 19 tahun silam menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun kekuatan kolektif perempuan lintas daerah.

Selama hampir dua dekade itu, kata dia,  berbagai program kolaboratif telah digagas, mulai dari pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“GOW selalu siap, terutama dalam aspek sosial. Mulai dari bedah rumah, perbaikan tempat ibadah, hingga membantu anak yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan sekolah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriyani, sangat mengapresiasi eksistensi dan peran aktif GOW dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan GOW sebagai wadah berhimpunnya organisasi perempuan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan, khususnya di bidang sosial dan pemberdayaan keluarga.

“Sudah 19 tahun berdiri. GOW senantiasa membantu dalam pembangunan Kuningan. Tentu tidak hanya sekedar wadah untuk berkumpul perempuan, tetapi bagaimana GOW membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia berpesan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam GOW untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta memperkuat peran di tengah masyarakat. Menurutnya, perempuan harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi dalam lingkup keluarga, tetapi juga aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan.

“Ibu-ibu harus jadi petarung dari keluarga, tidak hanya mengandalkan karena adanya suami tetapi bagaimana perempuan juga bisa mandiri, berdaya, dan mampu membantu perekonomian keluarga. Terlebih, bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi