KUNINGAN – Apel pagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin, (10/2/2026), berlangsung sederhana seperti biasa. Namun pagi itu terasa berbeda. Di halaman Sekretariat Daerah, tiga atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Kuningan berdiri di hadapan jajaran aparatur sipil negara, bukan sebagai peserta apel, melainkan sebagai simbol penghormatan.

Mereka adalah Dheva Anrimusthi, Hilman Wilastra, dan Insan Nurhaida. Ketiganya baru saja mengharumkan nama daerah dan Indonesia dengan mempersembahkan empat medali emas pada ajang ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2026 di Thailand.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar sengaja menghadirkan para atlet tersebut dalam apel pagi sebagai bentuk apresiasi terbuka dari pemerintah daerah. Di hadapan peserta apel, Dian menyebut ketiganya sebagai pejuang Kuningan yang menembus keterbatasan melalui olahraga.

“Di tengah keterbatasan, mereka mampu menorehkan prestasi luar biasa dan mengharumkan nama Kuningan serta Indonesia di tingkat internasional. Ini menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Dian.

Apresiasi disampaikan secara langsung oleh Bupati yang didampingi Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekretaris Daerah Uu Kusmana, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan Asep Budi Setiawan. Pemerintah daerah menyatakan kebanggaannya atas capaian para atlet yang dinilai membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Salah satu atlet yang mendapat sorotan adalah Hilman Wilastra, peraih medali emas cabang angkat berat kelas 54 kilogram. Hilman mencatatkan angkatan impresif hingga 179 kilogram, sebuah capaian yang menunjukkan kekuatan fisik sekaligus konsistensi latihan jangka panjang.

Medali emas berikutnya disumbangkan Insan Nurhaida dari cabang atletik nomor lari 400 meter putri klasifikasi T36. Kecepatannya di lintasan, dipadu disiplin latihan yang ketat, mengantarkannya menjadi yang terbaik di ajang tersebut.

Sementara itu, Dheva Anrimusthi kembali menegaskan reputasinya sebagai atlet para-bulutangkis andalan Indonesia. Ia meraih dua medali emas dari nomor tunggal dan ganda klasifikasi SU5. Pengalaman panjang Dheva di berbagai kejuaraan internasional menjadi modal penting dalam mempertahankan prestasi.

Bupati Dian menegaskan bahwa keberhasilan para atlet tidak berdiri sendiri. Menurutnya, ada peran besar pelatih, keluarga, NPCI, serta dukungan pemerintah daerah yang harus terus diperkuat. Ia mendorong pembinaan olahraga disabilitas dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.

“Prestasi ini bukan hanya milik pribadi atlet, tetapi milik seluruh masyarakat Kuningan. Ini pesan kuat bahwa perbedaan bukanlah kekurangan,” kata Dian.

Ketua NPCI Kabupaten Kuningan Wibawa Gumbira menyampaikan rasa bangga atas pencapaian atlet-atletnya. Ia menyebut raihan empat medali emas sebagai hasil kerja keras bersama.

Ke depan, kata Wibawa, NPCI Kuningan akan menghadapi agenda besar, mulai dari Pekan Paralimpik Daerah di Bandung pada Agustus 2026 hingga Asian Para Games di Nagoya, Jepang, pada November 2026. “Ini menjadi pekerjaan rumah karena level kompetisi akan semakin tinggi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmen untuk terus memberikan dukungan bagi atlet disabilitas, baik melalui pembinaan, fasilitas, maupun penghargaan. Dengan torehan emas di Thailand, Kuningan kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di panggung internasional. (ali)