
KUNINGAN – Upaya memperkuat pendidikan anak usia dini terus didorong Pemerintah Kabupaten Kuningan. Salah satunya melalui kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan Hj. Ela Helayati, S,Sos ke Kelurahan Citangtu yang berlangsung dalam suasana dialogis bersama orang tua, kader, dan pengelola satuan pendidikan anak usia dini setempat.
Kunjungan tersebut tidak sekedar menjadi agenda seremonial. Di hadapan masyarakat, Bunda PAUD menegaskan pentingnya penerapan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat dipisahkan dari aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Karena itu, pendekatan PAUD Holistik Integratif menjadi salah satu strategi yang dinilai mampu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi secara menyeluruh.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui penerapan PAUD Holistik Integratif, kita ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar anak terpenuhi agar mereka tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Program tersebut mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.
Bunda PAUD menilai pendidikan prasekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesiapan belajar anak. Selain membantu proses adaptasi ketika memasuki sekolah dasar, pendidikan pada usia dini juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter, kemampuan berinteraksi sosial, serta perkembangan kognitif anak.
Ia mengajak para orang tua untuk tidak menganggap pendidikan prasekolah sebagai tahapan yang bisa diabaikan. Justru pada masa itulah fondasi pembelajaran dan pembentukan kebiasaan positif mulai dibangun.
Dialog dengan masyarakat turut menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Bunda PAUD menekankan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk dalam mengawasi penggunaan teknologi dan internet yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari memastikan asupan gizi yang baik, membangun kebiasaan hidup sehat, hingga mengawasi penggunaan internet agar anak terhindar dari berbagai dampak negatif dunia digital,” katanya.
Selain persoalan literasi digital, pemenuhan gizi dan pola hidup sehat juga menjadi perhatian. Menurutnya, kualitas pendidikan anak tidak akan optimal tanpa dukungan kesehatan dan pemenuhan nutrisi yang memadai.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, satuan PAUD, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi itu dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Komitmen terhadap pendidikan anak usia dini, menurut Bunda PAUD, bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan. Lebih dari itu, keberhasilannya ditentukan oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, sehat, dan mendukung bagi setiap anak. ***




