KUNINGAN — Pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) kini menjadi tantangan nyata bagi dunia pendidikan. Menghadapi disrupsi digital yang kian cepat, Penjabat Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengingatkan para pendidik untuk memperkuat kompetensi kepribadian dan sosial agar tak tergilas zaman.

Pesan tersebut disampaikan Dian saat membuka Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial di SMPN 5 Kuningan, Selasa (22/2026). Forum yang digagas atas kolaborasi PGRI Kabupaten Kuningan dan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta ini diikuti 150 kepala sekolah serta guru dari 32 cabang PGRI se-Kabupaten Kuningan.

Dalam arahannya, Dian menekankan bahwa pendidikan karakter tidak akan berjalan efektif jika pendidiknya belum memiliki ketangguhan kepribadian dan nilai keteladanan yang kuat.

“Sebelum mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini modal mendasar,” ujar Dian di hadapan para peserta.

Sentuhan Humanis di Era Kecerdasan Artifisial

Dian juga menyoroti penetrasi AI di ranah pendidikan yang perubahannya kini terjadi dalam hitungan bulan. Menurutnya, guru yang enggan beradaptasi dengan teknologi akan dengan mudah tertinggal oleh murid-muridnya sendiri.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi komputer, AI tidak akan pernah bisa menggantikan peran sentral seorang guru dalam memberikan empati dan keteladanan moral.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi humanisme dan sifat-sifat kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh komputer. Ketika ilmu pengetahuan kita tertinggal dan karakter tidak kuat, lalu kita berdiri di depan kelas sebagai apa di hadapan anak-anak?” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unindra Prof. Sumaryoto menilai kompleksitas persoalan pendidikan saat ini menuntut guru untuk memiliki pengaruh sosial yang positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan masyarakat.

Pelatihan yang terbagi dalam empat kelas interaktif ini juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa magister Unindra. Langkah ini menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Pemkab Kuningan, PGRI, dan Unindra dalam menggembleng kualitas sumber daya manusia di daerah. ***