Di sisi lain, Cirebon Power menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. Manager CSR Cirebon Power, Hafid Saptandito, mengatakan pelatihan komputer untuk penyandang disabilitas merupakan program perdana yang digelar di Vokasi Cirebon Power.
“Ini bentuk inklusivitas vokasi kami. Selama ini banyak pelatihan yang kami selenggarakan untuk masyarakat sekitar. Kali ini kami membuka ruang bagi rekan-rekan difabel untuk belajar bersama,” ujar Hafid.
Menurut dia, perusahaan tidak ingin berhenti pada pelatihan dasar. Ke depan, penyandang disabilitas akan dilibatkan dalam kelompok-kelompok binaan yang telah berjalan, seperti digital printing, tata busana, hingga unit keterampilan lain yang sesuai dengan minat dan kemampuan peserta. “Nanti bisa masuk ke kelompok digital printing, jahit, atau yang lainnya,” kata Hafid.
Upaya ini menunjukkan pergeseran pendekatan dalam pemberdayaan disabilitas: dari sekadar bantuan sosial menuju penguatan kapasitas dan akses kerja. Pemerintah daerah menegaskan keberlanjutan program menjadi prioritas. Kabupaten Cirebon, kata Novi, ingin menempatkan diri sebagai rujukan nasional dalam pelayanan ketenagakerjaan inklusif.
“Kami tidak hanya ingin memberi kesempatan, tetapi memastikan teman-teman disabilitas benar-benar mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Di tengah tuntutan transformasi digital, langkah kecil dari sebuah ruang kelas di Cirebon itu bisa menjadi pijakan penting menuju dunia kerja yang lebih setara. (frans)
