KUNINGAN – Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Ny. Diana Rudi Setiawan, memberikan apresiasi tegas terhadap pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kuningan. Dalam kunjungan kerjanya, Diana meninjau langsung dapur tersebut dan memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari penyimpanan bahan hingga alur produksi, telah bekerja sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ny. Diana Rudi Setiawan didampingi jajaran Pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat, serta disambut hangat oleh Ketua Bhayangkari Kuningan, Ny. Ani Ali Akbar, Kapolres Kuningan AKBP. M. Ali Akbar, dan jajaran Polres Kuningan.

Diana mengatakan, sejak awal dirinya ingin memastikan bahwa program dapur Bhayangkari tidak berhenti sebatas slogan. Karena itu, kunjungannya bukan sekadar seremonial, melainkan pemeriksaan langsung apakah prosedur tertulis benar-benar diterapkan di lapangan.

Dari penilaiannya, dapur SPPG Kuningan telah memenuhi ekspektasi tersebut. “Saya sangat senang karena ternyata semua sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan BGN. Semua syarat, kelengkapan, dan fasilitasnya sudah sesuai standar,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Dapur SPPG adalah salah satu program strategis Bhayangkari dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Program ini menyasar anak-anak dari berbagai tingkatan, termasuk siswa SMA yang berada dalam binaan Bhayangkari.

Dalam konteks tersebut, Diana menegaskan pentingnya pengawasan mutu yang konsisten. Menurutnya, kualitas gizi anak sekolah tidak boleh bergantung pada niat baik semata, tetapi pada sistem yang bekerja dan dijaga dengan disiplin.

“Saya berharap SPPG ini terus menjadi sumber pemenuhan gizi bagi anak-anak, terutama anak-anak sekolah. Dengan gizi yang baik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan menjadi harapan bangsa ke depan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan SPPG tidak terletak pada fasilitas semata, melainkan pada kepatuhan terhadap prosedur teknis. Diana mengingatkan bahwa dapur yang baik menuntut disiplin, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan ruang produksi, metode pengolahan, hingga penyajian. “Semuanya sudah ada prosedurnya. Asal kita ikuti dan patuhi, saya yakin hasilnya akan baik dan menghasilkan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peninjauan Bhayangkari Jabar. Dapur SPPG Polres Kuningan menjadi lokasi keempat yang ia datangi, setelah sebelumnya meninjau tiga dapur lain serta dapur milik Polda Jabar di Bandung. Pola kunjungan berulang itu menunjukkan komitmen Bhayangkari untuk memastikan standar layanan gizi dipenuhi secara konsisten, bukan sekadar simbolis.

Di akhir kunjungan, Ny. Diana Rudi Setiawan menitipkan pesan sederhana namun bernada penegasan yaitu jaga mutu, patuhi prosedur, dan jadikan dapur sebagai tempat yang benar-benar berfungsi untuk menyehatkan anak-anak.

Dalam gaya khas Bhayangkari yang penuh empati, ia menyampaikan harapan bahwa anak-anak binaan Bhayangkari tidak hanya kenyang, tetapi juga tercukupi gizinya sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah. Substansi kunjungan ini jelas yaitu pengelolaan dapur SPPG adalah bagian dari upaya serius Bhayangkari Jabar membangun generasi yang lebih kuat melalui makanan yang sehat dan terstandar. (ali)