KUNINGAN – Polemik terkait pembangunan patung kuda yang mengganti tugu bola dunia warisan mendiang Bupati Utje Ch. Suganda, mendapat perhatian Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar.

Bupati meminta persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan karena penataan sejumlah ikon daerah pada prinsipnya ditujukan untuk memperindah wajah Kabupaten Kuningan sekaligus menghadirkan identitas yang memiliki makna.

Dian mengatakan, pemerintah daerah terus membuka ruang diskusi dan menerima berbagai masukan masyarakat mengenai ikon-ikon yang dinilai dapat merepresentasikan Kuningan. Menurutnya, selain kuda, terdapat sejumlah simbol lain yang juga memiliki keterkaitan kuat dengan karakter dan potensi daerah.

“Banyak juga ikon-ikon Kuningan yang harus kita munculkan, seperti mungkin nanti Kesemek. Ada usulan dari kelompok tani,” ujarnya, Minggu, (23/8/2026).

Ia menegaskan, penataan maupun pembangunan ikon daerah tidak semata-mata berorientasi pada bentuk fisik, tetapi harus memiliki nilai dan makna yang kuat. Oleh karena itu, kata dia, setiap rencana penataan akan dibahas dan dipertimbangkan secara matang agar tidak dilakukan secara terburu-buru.

“Jangan dibesarkanlah. Semua juga kan untuk keindahan Kuningan dan harus mengandung makna. Bukan berarti dibangun dalam waktu sekejap,” katanya.

Terkait keberadaan Tugu Bola Dunia yang sebelumnya menjadi sorotan, Dian menjelaskan bahwa ikon tersebut merupakan bagian dari pembangunan yang berkaitan dengan dukungan CSR Bank Jabar. Pemerintah daerah, kata dia, akan tetap melakukan koordinasi dalam proses penataan kawasan.

Selain itu, muncul pula sejumlah usulan ikon lain, termasuk Kesemek hingga figur tokoh tertentu yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Kuningan. Menurut Dian, seluruh gagasan tersebut masih menjadi bahan pembahasan dan dapat dikaji untuk memperkuat identitas daerah.

Di sisi lain, Dian juga menyinggung kondisi sejumlah ikon dan kawasan yang saat ini membutuhkan penataan. Ia mencontohkan kawasan pertigaan menuju Kuningan Islamic Center (KIC) yang dinilai kurang terawat.

“Kuda yang di mana? Kan penataan. Kita sekalian kemarin sudah lihat. Masa berantakan, kan ya sudah tidak terawat. Kita sekalian saja pengecatan dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan program perbaikan infrastruktur jalan secara serentak. Mulai akhir Agustus hingga September 2026, perbaikan akan dilakukan di puluhan ruas jalan secara bertahap.

Pihaknya pun menyampaikan kabar adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk penanganan ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat, termasuk jalur Dewi Sartika hingga Lebakwangi dan jalur Kaduela.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur memberikan bantuan untuk perbaikan jalan dari yang kita tunggu-tunggu, Dewi Sartika sampai Lebakwangi yang sekarang banyak dikeluhkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Dian berharap masyarakat dapat bersabar karena perbaikan infrastruktur membutuhkan proses dan akan dilakukan secara bertahap. Ia juga meminta dukungan serta doa agar berbagai program penataan dan pembangunan di Kabupaten Kuningan dapat berjalan dengan baik.