KUNINGAN – Dugaan kasus perundungan terhadap siswa di salah satu SMP di Kuningan menjadi perhatian aparat kepolisian. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Linggajati, sementara keluarga memilih untuk memprioritaskan pemulihan kondisi anak sebelum menempuh langkah lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mendatangi korban dan keluarganya sejak informasi mengenai dugaan perundungan tersebut beredar. Upaya pendekatan juga dilakukan oleh jajaran Polsek serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Namun, hingga saat ini, pihak keluarga belum menyampaikan pengaduan atau laporan resmi kepada kepolisian. Kondisi tersebut membuat proses penyelidikan lebih lanjut belum dapat dilakukan secara optimal.

“Dari awal kejadian, kami sudah beberapa kali mendatangi korban, baik dari Polsek, UPTD PPA maupun PPA Satreskrim. Terakhir hari ini juga sudah kami datangi, tetapi pihak keluarga masih dalam proses pemulihan anaknya,” ujar AKP Abdul Aziz, Kamis, (15/10/2026).

Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan perundungan serta kondisi korban yang disebut sempat mendapatkan penanganan medis berupa infus, Abdul Aziz menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Polisi masih memerlukan klarifikasi langsung dari korban maupun pihak keluarga.

Meski demikian, berdasarkan hasil pengecekan terakhir, kondisi korban dilaporkan mulai membaik. Korban bahkan sudah dapat makan, meskipun masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Linggajati.

Polres Kuningan juga membuka ruang bagi keluarga korban apabila nantinya memutuskan untuk membuat laporan resmi. Kepolisian menyatakan siap membantu proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa apabila ingin melapor, kami siap membantu proses tersebut,” katanya.

Sementara itu, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kuningan masih menelusuri dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Pendampingan dan komunikasi dengan keluarga korban terus menjadi bagian dari upaya penanganan kasus.

Pihak UPTD PPA mengungkapkan bahwa keluarga saat ini masih memusatkan perhatian pada proses pemulihan korban.

“Kemarin kami mengunjungi ke rumah sakit. Memang sampai saat ini, ketika kami ngobrol dengan pihak keluarga, pihak keluarga memilih untuk fokus penyembuhan,” ungkap perwakilan UPTD PPA Kuningan.

Kasus tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya dituntut menjadi tempat siswa menimba ilmu, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik.

Polres Kuningan menyatakan akan terus memberikan edukasi kepada para siswa mengenai dampak perundungan. Ke depan, koordinasi dengan pihak sekolah, termasuk para guru, juga akan dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah terjadinya tindakan serupa.

Hingga kini, dugaan perundungan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Keterangan dari korban dan pihak keluarga diharapkan dapat membantu memperjelas peristiwa yang sebenarnya, dengan tetap mengutamakan pemulihan korban serta melindungi identitas dan kondisi psikologis anak.***