
BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, tampaknya enggan membiarkan prestasi mentereng Proton FC Kuningan berhenti pada seremoni dan tepuk tangan usang. Di balik karpet merah Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Erwan justru langsung meniupkan peluit realitas begitu menerima rombongan sang jawara Pro Futsal League (PFL) 2 Indonesia tersebut, Kamis (2/7/2026).
Bagi Erwan, keberhasilan klub asal Kuningan ini menumbangkan Hampton FC Surabaya lewat drama adu penalti 4-3 di Sukoharjo adalah lonjakan prestasi yang masif. Terlebih, tim ini baru seumur jagung, baru tiga tahun berdiri dari obrolan warung kopi, namun langsung merebut tiket promosi ke kasta tertinggi, PFL 1 musim 2026.
Namun, panggung elite selalu punya hukum yang lebih kejam. Mengingat rekam jejak Jawa Barat yang dominan di kancah olahraga nasional lewat hattrick juara umum PON, Erwan mengingatkan bahwa musuh terbesar seorang kampiun baru adalah rasa puas diri.
“Jangan terlena karena sudah menjadi juara. Justru sekarang tantangannya lebih berat. Mental juara harus terus diperkuat karena mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibanding meraihnya,” tegas Erwan.
Pernyataan itu bukan bualan normatif. Erwan melihat ada arloji yang berdetik cepat. Kompetisi PFL 1 dijadwalkan bergulir September mendatang. Praktis, Proton FC hanya memiliki waktu efektif kurang dari tiga bulan untuk merombak kedalaman skuad dan kesiapan manajerial agar tidak sekadar menjadi tim pelintas lalu di kasta tertinggi.
Kendati melempar peringatan keras, Erwan tak menutupi rasa bangganya atas konsistensi kolektif yang ditunjukkan manajemen, pelatih, hingga ofisial tim. Sebagai bentuk dukungan konkret, ia bahkan membuka pintu lebar-lebar bagi para penggawa Proton FC untuk mengisi slot skuad kontingen Jawa Barat pada ajang Pra-PON maupun PON mendatang. Syaratnya mutlak, konsistensi performa di lapangan tidak boleh melorot.
Melalui lompatan Proton FC, Erwan menaruh harapan besar agar dinamika futsal di Jawa Barat tidak lagi berjalan di tempat, melainkan mampu mendikte peta persaingan di level nasional.
“Kami ingin futsal Jawa Barat menjadi barometer futsal Indonesia, dan salah satu klub yang kini menjadi kebanggaan adalah Proton FC. Karena itu, mental juara harus terus dijaga dan diperkuat di setiap pertandingan,” pungkasnya. ***




