KUNINGAN — Upaya membangun fondasi olahraga prestasi sejak usia dini kembali terlihat dalam Festival Swimming School PJKR Volume II yang digelar Universitas Muhammadiyah Kuningan di Kolam Renang Sanggariang, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi langsung menyentuh aksi pembinaan atlet.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Siswoyo, SE, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Kuningan patut dicontoh karena berorientasi pada praktik nyata.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah. Mereka lebih mementingkan aksi dulu. Tadi saya juga sempat bilang, luar biasa ini, bahasanya Sunda ujug-ujug aya aksi festival saja,” kata Siswoyo saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, festival renang ini bukan kali pertama digelar. Tahun ini merupakan volume kedua dengan skala yang lebih besar. Siswoyo berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah awal untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial asli Kabupaten Kuningan.

“Harapan kami, dari sini muncul bibit-bibit atlet putra daerah Kuningan. Jangan terus-terusan membeli atlet dari luar. Kita bina atlet sejak dini, kita tanamkan mental bertanding dan mental juara sejak awal,” ujarnya.

Menurut Siswoyo, pembinaan sejak usia dini akan sangat menentukan kesiapan atlet saat memasuki level profesional. Terutama pada cabang olahraga renang yang membutuhkan proses panjang, konsistensi latihan, serta mental kompetisi yang kuat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Kuningan, Bobby Agustan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya. Antusiasme peserta, kata dia, terus meningkat.

“Tahun kemarin pesertanya sekitar 100 orang. Sekarang Festival Swimming Volume II pesertanya lebih dari 100. Informasi dari panitia bahkan mencapai sekitar 120 peserta,” kata Bobby.

Ia menilai kegiatan ini penting sebagai sarana penjaringan awal calon atlet profesional. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, sehingga potensi pembinaan berjenjang bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkesinambungan. Ada festival-festival lanjutan untuk kelompok usia di atasnya, sehingga alur pembinaan prestasi tidak terputus dan muaranya nanti ke olahraga profesional,” ujarnya.

Bobby juga menjelaskan bahwa festival ini merupakan luaran dari mata kuliah renang di kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik melalui penyelenggaraan event olahraga.

“Ini luaran dari mata kuliah, khususnya renang. Mahasiswa belajar menjadi event organizer. Karena pelaku olahraga itu ya anak-anak olahraga sendiri,” katanya.

Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan. Ketua KONI Kuningan, Trias Andriana, melalui Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kuningan, Muhammad Aminudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Kuningan dan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).
“Keterlibatan perguruan tinggi seperti ini sangat penting dalam membangun olahraga prestasi di Kabupaten Kuningan,” ujar Aminudin.

Festival renang ini diharapkan menjadi salah satu mata rantai penting dalam sistem pembinaan atlet daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan organisasi olahraga. (Ali)