KUNINGAN – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan, Ayep Setiawan, menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif.
Ia menilai, tantangan organisasi saat ini menuntut sosok pemimpin yang tidak hanya mampu menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga memiliki kemampuan membaca situasi serta menghadirkan solusi yang inovatif.
Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Basic Training atau Latihan Kader 1 Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Kuningan Cabang Kuningan.
Menurutnya, kepemimpinan tidak dilepaskan dari kemampuan dalam membangun komunikasi dengan anggotanya. Seorang pemimpin, lanjut dia, harus menciptakan ruang dialog yang terbuka agar setiap gagasan dapat berkembang dan menjadi kekuatan bersama dalam organisasi.
”Pemimpin itu bukan sekedar jabatan, tetapi harus mampu menentukan arah gerak organisasi melalui inovasi dan gagasan untuk perubahan,” ujarnya, Sabtu, (28/3/2026), di Sekretariat HMI Komisariat FE Uniku.
Ia juga mengingatkan bahwa kader HMI memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, selain kritis terhadap berbagai persoalan sosial, kader juga dituntut mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
”Seorang pemimpin itu tidak kaku dalam memimpin, tetapi harus mampu bersikap fleksibel dan membangun kedekatan dengan anggotanya. Dengan begitu, akan tercipta suasana organisasi yang solid, harmonis, dan produktif,” tambahnya.
Selain itu, ia juga memaparkan organisasi yang ideal di kalangan mahasiswa. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran yang terbuka, inklusif, serta mampu menumbuhkan budaya berpikir kritis dan progresif.
”Organisasi yang sehat itu mampu melahirkan program berdampak untuk masyarakat,” tutupnya. (Icu)
