Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk siswa, cat bangunan, serta paket sembako bagi para guru. Bantuan cat direncanakan digunakan untuk memperbarui dinding kelas agar ruang belajar terasa lebih cerah. Bagi sekolah kecil seperti SDN 3 Sukadana, sentuhan sederhana itu memiliki arti besar.
Kepala sekolah, Haerul Ibad, mengaku terkejut atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan sekolahnya kerap luput dari perhatian karena jumlah murid yang sedikit. “Kami merasa tidak sendiri hari ini. Bantuan ini bukan hanya soal barang, tetapi dukungan moral bagi guru dan siswa untuk terus bertahan,” katanya.
Kunjungan itu juga diisi edukasi dari Satuan Lalu Lintas tentang keselamatan jalan dan pencegahan perundungan. Anak-anak tampak antusias ketika boneka polisi bernama Linggar muncul di halaman sekolah, mengubah suasana yang semula khidmat menjadi riuh tawa.
Bagi warga Sukadana, kehadiran Kapolres menjadi pengingat bahwa negara hadir hingga ke ruang kelas paling sunyi. Di sekolah kecil yang nyaris terlupakan ini, semangat belajar tetap menyala dan pada hari itu, mendapat pengakuan yang selama ini dinantikan. (ali)
