Monitoring ke desa-desa seperti ini, kata Titet, dilakukan secara berkala untuk memastikan program Ketapang tak hanya berhenti karena adanya salah perhitungan. “Kami sudah keliling ke beberapa desa. Masih ada yang belum maksimal, tapi harapan kami bisa segera menyusul,” katanya.
Program Ketapang adalah gagasan dari pemerintah pusat dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat desa, khususnya melalui pemanfaatan dana desa. Program ini melibatkan berbagai kegiatan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pangan, pendapatan masyarakat, dan mengurangi kemiskinan. Melalui BUMDes, desa didorong membangun unit usaha sektor agribisnis dan peternakan dari ayam petelur, lele, hingga sayuran organik. (ali)
