KUNINGAN – Bursa pencalonan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan akhirnya menemukan titik terang setelah berhari-hari diwarnai spekulasi. Desas-desus kuat yang sebelumnya menempatkan Hj. Ika Siti Rahmatika sebagai kandidat paling menonjol kini mereda.
Nama Ika justru kembali masuk dalam struktur DPD PDIP Jawa Barat, sebuah keputusan yang secara otomatis menggugurkan peluang dirinya untuk bertarung di kursi Ketua DPC Kuningan.Kepastian itu mengemuka setelah Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Barat kembali menetapkan Ono Surono sebagai Ketua DPD.
Namun di balik pengukuhan itu, perhatian publik politik Kuningan justru tertuju pada daftar pengurus yang diumumkan. Ika Siti Rahmatika yang sempat digadang-gadang naik kelas ke DPC kembali diorbitkan di tingkat provinsi. Konsekuensinya jelas yaitu peluang memimpin PDIP Kuningan menguap sebelum benar-benar mengeras.
Di internal partai, langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa konsolidasi PDIP tengah diarahkan pada penataan ulang komando, baik di daerah maupun pusat. Namun bagi para kader akar rumput, keputusan tersebut sekaligus memupus harapan munculnya figur baru yang dinilai punya daya tarik elektoral.
Ketua PAC PDI Perjuangan, Purnama, tak menampik bahwa dinamika ini membuat bursa semakin menyempit. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan siapa pun yang kelak ditunjuk menjadi Ketua DPC. Menurutnya, yang terpenting adalah sosok terpilih memiliki integritas, pengalaman, dan kemampuan untuk langsung bekerja menakhodai partai tanpa lagi sibuk beradaptasi.
“Yang kami butuhkan itu pemimpin yang begitu SK diterima, sudah menguasai medan. Bukan lagi orientasi. Struktur harus segera disegarkan kembali dan program nyata harus dikawal,” ujar Purnama. Senin (8/12/2025).
Ia menyebut tantangan politik ke depan semakin ketat, terutama menghadapi peta persaingan lokal dan tekanan elektoral menuju 2029. Karena itu, ia berharap Ketua DPC terpilih nantinya bukan hanya mampu memimpin, tetapi juga membina pengurus agar memiliki kapasitas yang sepadan dengan tuntutan politik zaman.
“Kemampuan pengurus harus dibina. Kedepan persaingan makin keras. Kami ingin Ketua DPC yang bisa menembus itu, sehingga Kuningan kembali mendapat simpati masyarakat,” tegasnya.
Purnama juga mengingatkan bahwa kader PDIP harus siap ditempatkan di mana saja. Profesionalisme dan loyalitas terhadap amanat Ketua Umum, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam tubuh partai berlambang banteng tersebut.“Namanya kader partai, harus siap ditempatkan di mana saja. Harus profesional dan menjalankan amanat Ketua Umum. Siapa pun yang jadi, bagi kami tidak ada persoalan,” kata dia.
Dengan gugurnya Ika dari bursa, perhatian kini beralih pada figur-figur yang tersisa dalam radar suksesi. Namun hingga kini, DPP belum mengeluarkan sinyal siapa yang akan diorbitkan sebagai komandan banteng di Kuningan. Yang jelas, keputusan struktur DPD Jawa Barat memberi petunjuk awal, peta kekuatan telah dipetakan, dan pertarungan internal kini memasuki babak baru yang lebih menentukan.
Sementara itu, para kader menunggu dengan penuh harap, siapa pun yang akhirnya mengisi kursi Ketua DPC harus mampu menjadi mesin penggerak partai, mengonsolidasikan kekuatan, dan mengembalikan daya tarik PDIP di Kabupaten Kuningan. (Ali)
