KUNINGAN – Kabar menggembirakan datang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kuningan. Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan tengah membuka peluang pemasaran produk lokal agar bisa masuk dan dipasarkan di jaringan ritel modern Indomaret.
Langkah tersebut diawali dengan proses kurasi terhadap puluhan produk UMKM yang dinilai memiliki potensi bersaing di pasar modern. Kepala Diskopdagperin, Toni Kusumanto menyebutkan, sedikitnya ada 47 pelaku UMKM Kuningan yang telah digandeng untuk mengikuti proses seleksi produk.
“Kita melakukan kurasi terhadap produk-produk UMKM di Kabupaten Kuningan. Dicek legalitasnya, seperti sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, kemudian kapasitas produksinya juga,” ujarnya saat diwawancarai oleh Cikalpedia.id, Selasa, (12/5/2026).
Menurutnya, proses tersebut dilakukan bekerjasama dengan pihak Indomaret Cabang Cirebon yang membawahi wilayah Ciayumajakuning. Bahkan, kata dia, tim dari pusat Indomaret turut hadir langsung untuk melihat potensi produk UMKM daerah.
Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa produk yang dinilai memenuhi standar akan dipasarkan di gerai Indomaret melalui rak khusus UMKM. Program tersebut diharapkan menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.
“Ada rak khusus untuk produk UMKM. Kalau produk mereka memenuhi syarat, nanti bisa dipasarkan langsung melalui Indomaret,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui tidak seluruh produk yang diajukan otomatis lolos seleksi. Selain kualitas produk, kata dia, tampilan kemasan dan kesiapan produksi dalam jumlah besar juga menjadi penilaian penting.
“Persaingannya bukan hanya kualitas isi produk, tetapi juga desain kemasan. Kalau tampilannya menarik tentu peluang diterima pasar lebih besar,” jelasnya.
Salah satu produk asal Kuningan yang disebut telah berhasil menembus pasar ritel modern yaitu Mie lidi. Produk tersebut bahkan dinilai memiliki penjualan yang cukup baik dan diterima konsumen.
“Mie lidi itu sudah masuk pasar Cirebon dan penjualannya bagus menurut penilaian Indomaret,” ungkapnya.
Pihaknya berharap langkah tersebut menjadi awal terbukanya akses pasar modern bagi lebih banyak produk UMKM Kuningan. Namun demikian, menurutnya, kesiapan pelaku usaha tetap menjadi faktor utama agar produk lokal mampu bertahan dan bersaing dengan daerah lain.
“Kami membantu dari sisi pemasaran. Yang terpenting, pelaku UMKM juga harus siap dari kualitas, kapasitas produksi, sampai kemasan produknya,” tutupnya.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi
