Berbeda dengan jaringan, dari banyaknya teman kuliah, hanya ada beberapa orang saja yang dianggap memiliki kesamaan chemistri, atau istilah kekiniannya disebut sefrekuensi. Hal ini disebabkan oleh seleksi alam, dimana satu sama lain akan saling mencari dan bertemu sesuai dengan pikiran dan kepentingan yang sama.
Seiring perjalanan waktu, kesamaan pikiran dan kepentingan itu menjadi kekuatan nyata untuk membangun sesuatu yang baik, apakah bisnis, politik, atau karir. Hanya saja, dari sekian banyak kesamaan, jaringan yang kokoh dan humanis lahir dari kesamaan ideologi. Perbedaannya signifikan dengan jaringan yang dibangun atas kesamaan politik apalagi prihal pragmatis.
Lalu, apakah jaringan itu tumbuh berkembang secara alami? Tentu saja tidak. Jaringan dalam konteks apapun perlu maintenance atau perawatan yang baik dan terus menerus. Upaya maintenance ini, dengan berbagai gaya dan strateginya, menjadi faktor penting supaya jaringan atau koneksi antar individu bisa kuat dan tumbuh secara berkelanjutan serta mencapai tujuan yang diharapkan.**
Penulis: Maman Sudiaman, Komisioner KPU Kuningan
