
JAKARTA – Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali menunjukkan keahliannya dalam mengamankan program strategis dari pemerintah pusat dan lembaga non-struktural. Dalam sebuah langkah yang diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada akselerasi penanggulangan kemiskinan daerah, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, berhasil menjalin komitmen besar dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.Jumat (21/11/2025) kemarin, rombongan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dipimpin Bupati Dian Rachmat Yanuar berkunjung ke Kantor Baznas RI di Jakarta Timur.
Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut tidak hanya sebatas silaturahmi, melainkan menghasilkan paket kolaborasi strategis yang meliputi tiga sektor krusial yaitu perumahan, ekonomi, dan kesehatan.Bupati Dian didampingi Ketua Baznas Kuningan, Drs. H. R. Yayan Sofyan, MM, dan Wakil Ketua, H. Yusron Kholid, M.Si. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua Baznas RI, Saidah Sakwan.
Sejak awal, Saidah memberikan nada optimisme tinggi, memuji Kuningan sebagai daerah yang progresif dalam tata kelola zakat, menandai kepercayaan lembaga pusat terhadap kinerja daerah tersebut.
Poin utama dari komitmen ini adalah kucuran bantuan untuk program perumahan. Saidah Sakwan memaparkan bahwa Baznas RI akan mengucurkan bantuan perbaikan untuk 150 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui skema Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Bantuan ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup dan martabat masyarakat miskin di Kuningan.
Tak berhenti di sektor perumahan, Baznas RI juga memperluas dukungannya pada penguatan ekonomi mikro. Program Baznas Microfinance Desa akan diperkenalkan untuk memberikan dukungan permodalan, yang dirancang secara khusus untuk memotong mata rantai ketergantungan masyarakat pada praktik rentenir atau ‘bank emok’ yang mencekik.
“Insyallah, kami ingin men-support Pak Bupati melalui perbaikan rumah sebanyak 150 unit. Lalu pengembangan simpul ekonomi dengan penguatan permodalan untuk memangkas praktik rentenir,” tegas Saidah, menyoroti fokus Baznas dalam memberdayakan ekonomi umat.
Lebih ambisius lagi, layanan kesehatan juga menjadi bagian dari paket kolaborasi ini. Baznas RI berkomitmen membangun Rumah Sehat Baznas di Kuningan, yang akan berbentuk klinik dengan sistem layanan sosial ‘tanpa kasir’. Sistem ini memungkinkan masyarakat berobat dan memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya langsung.
Menurut Saidah, seluruh dukungan program ini mulai dari Rutilahu, Microfinance, hingga layanan kesehatan gratis memiliki satu tujuan utama yaitu mengakselerasi pengurangan kemiskinan, terutama di kelompok desil satu, yang di Kuningan masih berada pada angka 11,88 persen.
“Kami mendukung penguatan tata kelola zakat di Kuningan, karena banyak agenda penting yang harus dilaksanakan. Pertama adalah akselerasi pengurangan kemiskinan. Kuningan ini aktif, responsif, dan punya komitmen kuat untuk membangun,” puji Saidah, menegaskan sinergi positif antara pemerintah daerah dan Baznas Kuningan.
Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen yang disebutnya sebagai “angin segar” di tengah tekanan fiskal daerah. Dengan beban anggaran yang terbatas, pemerintah daerah tidak dapat hanya mengandalkan APBD untuk menuntaskan isu kompleks seperti kemiskinan dan kesehatan.
“Alhamdulillah hari ini kami bersilaturahmi dengan Ibu Wakil Ketua Baznas RI. Banyak program strategis yang akan diberikan kepada Kuningan. Terima kasih, mudah-mudahan bantuan ini membuat Kuningan semakin melesat,” kata Bupati.
Dian menutup dengan penegasan bahwa strategi pembangunan Kuningan akan terus melibatkan pendekatan ke pusat untuk mengakses peluang bantuan lain. Kunjungan kerja ini tidak hanya sekedar formalitas, tetapi menjadi sinyal bahwa masa depan pembangunan Kuningan akan bertumpu pada kemampuan menjalin kemitraan lintas lembaga, memastikan masyarakat miskin memperoleh dorongan signifikan dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup. (Ali)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.