KUNINGAN — Ancaman hama tikus yang mulai merayap di sejumlah sentra padi di Kabupaten Kuningan direspons cepat oleh pemerintah daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) setempat menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Gerdal OPT) di lahan seluas 15 hektare, akhir pekan lalu.
Lokasi pengendalian dipusatkan di areal Kelompok Tani Tunas Mandiri 1, Desa Bakom, Kecamatan Darma. Kawasan ini sebelumnya dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas tikus sawah yang berpotensi merusak tanaman sejak fase awal pertumbuhan.
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, turun langsung memimpin kegiatan bersama tim Brigade Proteksi Tanaman dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Sejumlah petani tampak ikut menyisir pematang, membongkar lubang sarang, hingga melakukan pengemposan.
“Pengendalian tidak bisa parsial. Harus serentak dalam satu hamparan, kalau tidak, populasi tikus akan berpindah dan siklusnya tidak terputus,” kata Wahyu di sela kegiatan.
Tikus sawah (Rattus argentiventer) dikenal sebagai salah satu hama paling merugikan dalam budidaya padi. Dalam kondisi populasi tinggi, serangannya bisa menyebabkan gagal panen. Hewan ini berkembang biak cepat dan cenderung menyerang secara masif, terutama pada musim tanam dengan ketersediaan pakan melimpah.
Menurut Wahyu, laporan dari petani menjadi dasar gerak cepat tim di lapangan. Setelah menerima aduan, petugas melakukan identifikasi tingkat serangan sebelum menentukan metode pengendalian.
“Begitu ada laporan, kami langsung turunkan tim. Tidak menunggu meluas,” ujarnya.
