
KUNINGAN – Fenomena bullying di lingkungan sekolah menjadi perhatian mahasiswa Universitas Muhanmadiyah Kuningan. Pada kesempatan mengikuti asistensi mengajar, mahasiswa secara khusus mengadakan sosialisasi dan pencegahan.
Kegiatan yang dilakukan di SD Negeri 1 Ciporang itu menghadirkan narasumber dari Forum Duta Anti Bullying Kabupaten Kuningan. Sosialisasi menyasar seluruh guru dan siswa kelas VI.
Izzatun Nawawi, selaku Ketua Asistensi Mengajar UM Kuningan, mengampaikan pentingnya menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bullying serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
“Kegiatan ini merupakan salah satu program yang kami siapkan untuk mencegah dan meminimalisir angka bullying di sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar. Harapannya, siswa mampu mengenali bentuk-bentuk bullying dan berani bersikap untuk saling menjaga dan menghargai,” ujar Izzat, Selasa (16/12/2025)
Sementara itu, dalam paparannya, Rahma Ayu Fauziah menjelaskan pentingnya peran guru terhadap pembentukan karakter agar tidak terjadi perundungan di kalangan siswa.
”Peran guru sangatlah penting dalam mengawasi dan memastikan tidak adanya perilaku atau tindakan bullying,” tuturnya.
Rahma menyebutkan, bullying di sekolah merupakan isu sensitif. Hal itu banyak terjadi di lingkungan sekolah dasar. Karena itu, menurutnya, pengawasan prilaku anak harus esktra ketat dan berkelanjutan.
”Oleh karena itu, guru diharapkan hadir sebagai fasilitator dan motivator, agar siswa dan siswi selalu mendapatkan perhatian serta pendampingan yang tepat dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Tak hanya guru, lanjut Rahma, orang tua siswa juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak. Ketika anak di rumah, para ornag tua harus melakukan bimbingan dan pengawasan, supaya tidak terbiasa melakukan tindakan-tindakan perundungan. (Icu)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.