
KUNINGAN – Pengabdian panjang dalam memakmurkan masjid akhirnya berbuah kebahagiaan. Daskim, marbot Masjid Dukuh Maja, Kabupaten Kuningan, mendapat hadiah umroh gratis dari Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar.
Hadiah tersebut diberikan dalam kegiatan Waroeng Rakyat Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 yang digelar di Erion Awirarangan, Minggu (23/8/2026). Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Kuningan kepada warga yang dinilai konsisten memberikan pengabdian dan kontribusi bagi masyarakat.
Daskim diketahui telah mengabdikan dirinya sebagai marbot selama kurang lebih 10 tahun. Selama menjalankan tugas tersebut, ia tidak hanya menjaga kebersihan dan keberlangsungan aktivitas masjid, tetapi juga aktif mengajak masyarakat untuk memakmurkan rumah ibadah.
Menurut Daskim, salah satu tantangan terbesar selama menjadi marbot adalah mengajak masyarakat agar terbiasa datang ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Pada awal pengabdiannya, jumlah jamaah salat hanya berkisar dua hingga tiga orang.
Namun, dengan kesabaran dan ajakan yang dilakukan secara terus-menerus, kondisi tersebut perlahan berubah. Jumlah jamaah mulai bertambah hingga hampir memenuhi satu saf. Peningkatan serupa juga terlihat pada jamaah perempuan.
“Tidak mudah. Tapi saya yakin dengan keistiqamahan dan keuletan dalam mengajak kepada kebaikan, lambat laun masyarakat akan mengikuti. Bagi saya, kuncinya istiqamah, istiqamah dan istiqamah,” ujarnya.
Ia pun mengajak para marbot di Kabupaten Kuningan untuk tidak pernah menyerah dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, setiap pengabdian yang dilakukan dengan ikhlas akan selalu memiliki nilai di hadapan Allah.
“Jangan pernah patah semangat. Allah insyaallah akan memberikan yang terbaik, bahkan sesuatu yang tidak pernah kita duga. Ada rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” katanya.
Bagi Daskim, hadiah umroh yang diterimanya bukan sekadar penghargaan atas pengabdiannya. Kesempatan tersebut juga menjadi momen yang sangat emosional karena mengingatkannya pada pesan dan doa terakhir almarhumah ibunya.
Ia memandang perjalanan umroh yang kini terbuka di hadapannya sebagai jawaban atas doa, pengabdian dan keikhlasan yang selama ini dijalaninya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar mengatakan, pemberian hadiah umroh tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada masyarakat yang memiliki dedikasi nyata dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Pak Daskim ini telah memberikan contoh bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Menjaga masjid, mengajak masyarakat berjamaah, dan istiqamah dalam berbuat baik adalah bentuk kontribusi yang sangat berarti,” ujar Dian.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin memberikan perhatian kepada para marbot yang selama ini menjadi bagian penting dalam menghidupkan aktivitas keagamaan di tengah masyarakat.
“Semoga hadiah umroh ini menjadi keberkahan bagi Pak Daskim dan keluarganya. Mudah-mudahan perjalanan ke Tanah Suci nanti menjadi pengalaman spiritual yang semakin menguatkan keikhlasan dan semangat beliau dalam mengabdi,” katanya.
Dian juga berharap kisah Daskim dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Kuningan, khususnya para generasi muda, untuk terus menebarkan kebaikan tanpa mengharapkan imbalan.
“Pesannya sederhana, jangan lelah berbuat baik. Karena kita tidak pernah tahu dari kebaikan yang mana Allah memberikan balasan yang luar biasa,” ungkapnya.
Waroeng Rakyat Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 sendiri menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Selain menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Bupati Kuningan untuk memberikan apresiasi kepada warga yang dinilai berprestasi, berdedikasi, serta memberikan kontribusi positif bagi daerah.
Kisah Daskim menjadi salah satu contoh bahwa pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan istiqamah pada akhirnya dapat menghadirkan keberkahan yang tidak pernah disangka sebelumnya.





