KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi memulai pembahasan arah pembangunan tahun 2027. Di Ballroom Arya Kamuning, Selasa (31/3/2026), Sekretaris Daerah Kuningan U. Kusmana mewakili Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dengan nada yang tidak sepenuhnya seremonial. Ia mengingatkan, rencana pembangunan daerah tak lagi bisa berdiri di ruang hampa.

“Riak di Timur Tengah bisa mengubah harga di Desa Karangtengah,” ujar Uu, merujuk pada situasi geopolitik global yang disebutnya kian berdampak langsung ke ekonomi lokal.

Pernyataan itu menjadi semacam garis pembuka bahwa forum tahunan ini bukan hanya rutinitas anggaran. Pemerintah daerah, kata dia, harus mulai meninggalkan pola lama yang administratif dan beralih pada perencanaan yang presisi dan berdampak.

Di tengah tekanan global, Uu memaparkan capaian daerah yang relatif positif. Pertumbuhan ekonomi Kuningan sempat menyentuh 10,41 persen pada triwulan II dan rata-rata 6,95 persen di wilayah Rebana hingga akhir 2025. Angka kemiskinan turun ke 10,74 persen, sementara pengangguran berada di 7,59 persen. Daya saing daerah, menurutnya, berada di peringkat 14 nasional dan keempat di Jawa Barat. Namun, capaian itu justru disebut sebagai titik awal, bukan garis akhir. “Ini tantangan sekaligus peluang untuk lompatan lebih tinggi,” kata dia.

Isu lingkungan juga mengemuka. Uu menyinggung perubahan iklim yang membuat pola musim kian sulit diprediksi serta ancaman bencana yang meningkat. Dalam konteks itu, pendekatan pembangunan berbasis konservasi dianggap sebagai pilihan yang tak bisa ditawar, mengingat posisi Kuningan di kawasan kaki Gunung Ciremai.

Di tingkat lokal, daftar pekerjaan rumah masih panjang yaitu kemiskinan, pengangguran, stunting, rata-rata lama sekolah, hingga pengelolaan sampah yang belum terintegrasi. Pemerintah daerah juga dituntut menyesuaikan diri dengan program nasional seperti koperasi desa Merah Putih, program tiga juta rumah, dan peningkatan layanan gizi.

Untuk tahun 2027, pemerintah menetapkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Kusmana menegaskan, pembangunan fisik dan kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa kualitas manusia yang memadai.

Musrenbang ini, menurutnya, harus menjadi titik temu berbagai kepentingan mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan yang lebih terukur. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam setiap gagasan yang diajukan.

Di akhir penyampaiannya, Uu mengutip lirik populer tentang mimpi sebagai kunci menaklukkan dunia. Namun, ia menutup dengan nada yang lebih pragmatis langkah kecil dan peran kecil, tetap menentukan keberhasilan besar pembangunan daerah. (Ali)