Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Nasional

Nuzul Rachdy Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang, Bidik Sinkronisasi Pusat-Daerah

MAGELANG — Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, dijadwalkan mengikuti program retret kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 15 hingga 19 April 2026 di kawasan Glamping Borobudur Golf, kompleks Akademi Militer, Jawa Tengah.

Retret ini merupakan bagian dari Program KPPD (Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah), yang secara khusus dirancang untuk para ketua DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia. Program tersebut tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan strategis terkait kepemimpinan dan arah pembangunan nasional.

Dalam keterangannya, Zul sapaan akrab Nuzul Rachdy menilai kegiatan ini penting sebagai upaya menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. “Harapannya, ada keselarasan antara kebijakan nasional dengan implementasi di daerah. Sehingga, arah pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Zul.

Bagi Zul, keterlibatan dalam program Lemhannas bukan hal baru. Ia sebelumnya tercatat pernah mengikuti program KPPR (Kursus Pemantapan Pimpinan Regional) bersama 15 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Saat itu, Nuzul menjadi satu-satunya ketua DPRD yang terlibat dalam forum yang umumnya diisi oleh kepala daerah.

Pengalaman tersebut bahkan membawanya mengikuti agenda internasional di National University of Singapore, salah satu perguruan tinggi ternama di Asia. Keterlibatan dalam forum tersebut dinilai memperkaya perspektifnya dalam melihat dinamika pemerintahan, khususnya dalam konteks global dan regional.

Retret di Magelang kali ini disebut sebagai lanjutan dari proses pembentukan karakter kepemimpinan yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Materi yang diberikan dalam program KPPD umumnya mencakup geopolitik, ketahanan nasional, manajemen konflik, hingga strategi pengambilan keputusan di tengah tekanan politik dan sosial.

Baca Juga :  1.400 Sertifikat Tanah Dibagikan untuk UMKM dan Pembudidaya Ikan di Kuningan