“Ini sangat memprihatinkan. Anak-anak yang seharusnya fokus beribadah atau belajar, justru berkeliling membawa pedang. Ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, tapi sudah mengarah pada potensi tindak kriminal serius,” ujar Ali Akbar dengan nada dalam.
Polisi kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga remaja tersebut. Meski opsi pembinaan masih terbuka, pihak kepolisian memastikan akan memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan evaluasi total. Pesan yang ingin disampaikan jelas, markas polisi bukan tempat bermain bagi mereka yang membawa senjata tajam.
Mengakhiri keterangannya, AKBP M. Ali Akbar memberikan imbauan yang menohok kepada para wali murid dan orang tua di seluruh Kuningan. Menurutnya, patroli polisi hanyalah hilir dari sebuah masalah yang hulunya ada di dalam rumah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran keluarga adalah kunci. Kami memohon kepada para orang tua, tolong awasi anak-anak Anda, terutama setelah jam 10 malam hingga dini hari. Jangan biarkan mereka keluar rumah tanpa tujuan jelas, apalagi sampai terlibat dalam kegiatan yang bisa menghancurkan masa depan mereka sendiri,” pungkasnya.
Halaman Mapolres Kuningan kini dipenuhi jejeran motor berknalpot bising, sebuah pengingat visual bahwa keamanan Ramadan adalah harga mati yang akan terus dijaga melalui patroli rutin hingga hari kemenangan tiba. (ali)
