
KUNINGAN – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sepakbola terus ditunjukkan PSSI Kuningan. Sebanyak 60 calon pelatih asal Kabupaten Kuningan diberangkatkan untuk mengikuti kursus kepelatihan Lisensi D yang digelar oleh PSSI Jawa Barat, Bandung, Minggu (7/6/2026).
Keberangkatan para peserta mendapat pendampingan langsung dari Ketua PSSI Kuningan, Beni Prihayatno, bersama Sekretaris PSSI Kuningan Yono Mulyono. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk mencetak pelatih-pelatih yang kompeten dan memiliki sertifikasi resmi dalam pengembangan sepakbola usia dini maupun pembinaan prestasi.
Kursus Lisensi D itu diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dari jumlah peserta yang ada, Kabupaten Kuningan menjadi salah satu daerah dengan kuota peserta terbanyak, yaitu mengirimkan 60 calon pelatih.
Direktur Kompetisi PSSI Kuningan, Ayep Setiawan, yang mewakili Ketua PSSI Kuningan Beni Prihayatno, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas pelatih merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun prestasi sepakbola daerah.
Menurutnya, kualitas pemain tidak akan berkembang secara maksimal tanpa didukung oleh pelatih yang memiliki pengetahuan, metodologi latihan, serta pemahaman sepakbola modern yang memadai.
”Melalui kursus Lisensi D ini, kami berharap para peserta dapat menambah wawasan, meningkatkan kemampuan kepelatihan, serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di klub, sekolah sepakbola, maupun lingkungan pembinaan lainnya di Kabupaten Kuningan,” ujar Ayep.
Ia menambahkan, PSSI Kuningan terus berupaya membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya bagi insan sepakbola yang ingin meningkatkan kompetensinya. Langkah tersebut sejalan dengan visi organisasi untuk memperkuat ekosistem sepakbola dari level akar rumput hingga prestasi.
”Kami ingin pembinaan sepakbola di Kuningan berjalan lebih terstruktur. Salah satu kuncinya adalah keberadaan pelatih yang memiliki lisensi dan kompetensi sesuai standar. Karena itu, PSSI Kuningan akan terus mendorong lahirnya pelatih-pelatih berkualitas yang nantinya menjadi motor penggerak pembinaan pemain di daerah,” tambahnya.
Dengan keikutsertaan puluhan peserta dalam kursus Lisensi D ini, pihaknya berharap akan lahir lebih banyak pelatih bersertifikat yang mampu berkontribusi dalam pengembangan sepakbola daerah, sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi pesepakbola Kuningan yang berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
”Mudah-mudahan ini langkah awal dalam membangun SDM yang berkualitas untuk kemajuan sepakbola di Kabupaten Kuningan,” tutupnya.




