
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan virus influenza type A yang menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, terjadi kenaikan kasus sekitar 30 persen.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan dievaluasi lebih lanjut. Bahkan, Ia telah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk segera mengambil langkah antisipasi, termasuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap memberikan penanganan kepada masyarakat.
“Memang ada kenaikan, cukup signifikan, bergeser 30%. Saya sudah ingatkan kepada rumah sakit-rumah sakit pemerintah khususnya untuk melayani, untuk menerima apa pun kondisinya,” ujar Dian, Rabu, (30/9/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah pasien juga mulai berdampak pada kapasitas pelayanan rumah sakit. Sejumlah bangsal bahkan telah dimanfaatkan untuk menampung pasien, termasuk penggunaan area koridor.
Bupati juga mengimbau rumah sakit swasta di Kabupaten Kuningan untuk mengambil langkah serupa dengan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan sampai ditolak. Kondisi ini memang di luar dugaan,” tegasnya.
Meski demikian, orang nomor satu di Kuningan itu meminta masyarakat agar tidak panik atau mengalami kecemasan secara berlebihan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua keluhan demam atau gejala influenza harus langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.
Masyarakat, kata dia, dapat memanfaatkan Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.
“Kami terus melakukan pencermatan. Saya juga melihat banyak masyarakat ketika panas langsung dibawa ke IGD. Saya kira bisa juga ditangani oleh Puskesmas, pelayanan-pelayanan kesehatan terdekat,” jelasnya.
Terkait adanya laporan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh akses perawatan di RS 45 hingga harus menjalani perawatan di rumah, Bupati menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu dilihat berdasarkan kondisi medis masing-masing pasien.
Ia menjelaskan, keputusan seorang pasien untuk menjalani perawatan di rumah dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter, termasuk kondisi pasien dan adanya penyakit penyerta atau komorbid.
“Bukan berarti ditolak, ditangani dulu. Karena itu tadi, soal keterbatasan,” katanya.
Bupati mengungkapkan, kapasitas tempat tidur pasien di rumah sakit saat ini berada di kisaran 200 tempat tidur, sementara jumlah pasien yang masuk dilaporkan mencapai ratusan. Karena itu, diperlukan pengelolaan pelayanan dan penanganan pasien secara tepat sesuai kondisi medis masing-masing.
Di sisi lain, Pemkab Kuningan juga terus mengupayakan penguatan infrastruktur dan fasilitas kesehatan. Bupati menyebut kondisi bangunan rumah sakit yang telah berusia lebih dari 25 tahun serta peralatan kesehatan yang rata-rata berusia lebih dari 10 tahun menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
“Rumah sakit kita kan sudah uzur, bangunannya sudah di atas 25 tahun. Secara konstruksi dan konfigurasi juga sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Di samping itu juga saya melihat alat-alat kesehatan kita sudah di atas rata-rata 10 tahun, sudah tidak update,” ungkapnya.
Menurutnya, pembaruan infrastruktur dan peralatan kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terlebih ketika terjadi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan seperti saat ini.
Pihaknya juga mengaku bahwa Pemkab Kuningan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong revitalisasi fasilitas kesehatan. Dian mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya komunikasi dan pengajuan dukungan kepada pemerintah pusat agar kebutuhan pembangunan infrastruktur kesehatan di daerah dapat memperoleh perhatian.
“Kami tidak henti-hentinya terus melobi pemerintah pusat,” ujarnya.
Oleh karena itu, tegas dia, Pemkab Kuningan akan terus memantau perkembangan kasus influenza dan melakukan langkah-langkah antisipasi melalui jajaran Dinas Kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat sesuai kebutuhan, serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan apabila mengalami gejala yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami belum memastikan apakah ini kejadian luar biasa atau tidak. Tapi yang pasti saya sudah instruksikan Pak Kadinkes dengan jajaran di bawah untuk segera mengambil langkah antisipasi,” tutupnya.***





