KUNINGAN — Tabuhan tambur memecah dingin pegunungan Palutungan, Selasa siang, (17/2/2026). Di pelataran The Icon Hotel Kuningan, sepasang barongsai berkelir merah-emas meliuk di antara tamu yang berkerumun. Gerakannya cepat, sesekali jenaka, lalu berhenti sejenak di depan anak-anak yang menjerit kegirangan. Tahun Baru Imlek 2577, yang dalam penanggalan Tionghoa memasuki Tahun Kuda Api, disambut dengan riuh yang tak biasa bagi kawasan wisata yang biasanya tenang.
Manajemen hotel sengaja menghadirkan atraksi barongsai dan liong untuk mengisi libur panjang. Bagi mereka, pertunjukan ini bukan sekadar hiburan musiman, melainkan cara menghadirkan pengalaman budaya yang menyatu dengan suasana pegunungan. “Tema kami menjemput berkah. Harapannya, di Tahun Kuda Api ini setiap langkah membawa kemakmuran dan kemudahan,” kata General Manager Melfie di sela acara.
Di halaman utama, para pemain barongsai bergantian menampilkan atraksi akrobatik, melompat, berdiri di pundak rekan, hingga mengangguk-angguk mengikuti irama tambur. Namun daya tarik utama justru terjadi ketika mereka meninggalkan panggung. Barongsai berjalan dari lobi menuju lorong kamar, mengetuk pintu tamu, lalu menari singkat di ambang pintu. Tradisi “jemput bola” ini disambut antusias.
Seorang tamu asal Cirebon, Rudi Hartono, mengaku terkejut ketika pintu kamarnya diketuk barongsai. “Biasanya lihat di mal, tapi ini datang langsung ke kamar. Anak saya sampai tidak mau lepas dari barongsainya,” ujarnya sambil tertawa. Di tangannya tergenggam amplop merah yang kemudian diselipkan ke mulut barongsai, bentuk saweran angpao yang dipercaya membawa keberuntungan.
