Paralel dengan pembangunan fisik, transformasi birokrasi digeber melalui digitalisasi. Pelayanan publik kini tidak lagi identik dengan tumpukan kertas dan antrean panjang. Digitalisasi ini membuahkan hasil nyata pada tingkat kepercayaan masyarakat. Hasil survei dari Jamparing Research mengonfirmasi hal tersebut dengan angka kepuasan publik yang mencapai 88,84 persen.
Etalase Prestasi: Pengakuan di Tingkat Nasional
Kerja kolektif antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat sepanjang tahun 2025 membuahkan deretan penghargaan yang menghiasi lemari prestasi Kabupaten Kuningan. Bukan sekadar trofi, penghargaan ini adalah pengakuan atas perubahan tata kelola:
- Kepemimpinan Visiuner: Penghargaan Visionary Leader of Accelerated Economic atas kecepatan memacu pertumbuhan ekonomi.
- Transparansi & Komunikasi: Meraih predikat Kabupaten Informatif dan Top Government in Public Relations.
- Kedaulatan Pangan: Menyabet Ketahanan Pangan Award Jabar dan apresiasi atas kontribusi besar pada produksi padi nasional.
- Sosial & Tenaga Kerja: Predikat Teladan Berprestasi dalam Social Worker Indonesia dan pembukaan 13.000 lowongan kerja hanya dalam 100 hari pertama.
- Transformasi Digital: Percepatan sinyal telekomunikasi yang kini hanya menyisakan satu desa dengan status blank spot.
Integritas Moral: Berani Mengakui Celah
Di balik gemerlap penghargaan, Bupati Dian tetap menunjukkan sisi kemanusiaannya. Ia tidak tampil sebagai pemimpin yang antikritik. Dalam refleksi tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas pelayanan yang mungkin belum menyentuh setiap ekspektasi masyarakat.

“Integritas moral menuntut kami untuk berani mengakui di mana langkah yang tersandung,” ujarnya rendah hati. Baginya, kritik masyarakat adalah kompas yang menjaga agar jalannya pemerintahan tetap berada pada rel yang benar.
Menatap Hari Esok: Satu Langkah, Seribu Ikhtiar
Menutup satu tahun perjalanannya, Kang Dian dan Amih Tuti menegaskan bahwa semua capaian ini adalah kerja tim. Ucapan terima kasih mengalir untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) dari kabupaten hingga desa, sinergi Forkopimda, dan yang paling utama, doa dari seluruh warga Kuningan.
Jabatan mungkin memiliki batas waktu sesuai konstitusi, namun bagi mereka, pengabdian adalah nafas yang tidak boleh berhenti. Satu tahun pertama ini barulah pondasi. Fondasi yang kini telah mengeras dan siap untuk menopang struktur pembangunan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.
“Satu tahun ini hanyalah langkah pertama dari ribuan mil perjalanan kita. Mari kita jaga kebersamaan ini, karena dari satu langkah kecil yang kita ambil bersama, akan lahir seribu harapan untuk Kuningan yang lebih tangguh, berdaya saing, dan MELESAT,” pungkasnya dengan nada optimis.
Setahun telah berlalu, fondasi telah diletakkan, dan kini Kuningan bersiap untuk melesat lebih jauh, mengubah harapan menjadi kenyataan di setiap sudut desa. (ali/ADV)
