Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Peristiwa

Main Bola Saat Hujan Berujung Duka, Anak 7 Tahun Terbawa Arus dan Meninggal

KUNINGAN – Suasana duka menyelimuti keluarga pasangan Iing Hilman Fahirin dan Ugih Ugiarti setelah putra tercinta mereka, A (7), ditemukan meninggal dunia di aliran sungai wilayah Desa Cikubangsari, Kabupaten Kuningan, pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban bermain bola bersama teman-temannya di tengah hujan di Perum Alam Asri Gereba, Kramatmulya. Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Kuningan, bola yang mereka mainkan terjatuh ke saluran air. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha mengambil bola tersebut, namun nahas, ia terpeleset dan langsung terseret arus air yang saat itu cukup deras akibat hujan.

Korban yang merupakan warga Perumahan Alam Asri, Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan, diketahui masih duduk di bangku kelas 2 MI PUI Kuningan. Kepergian korban yang begitu mendadak meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga pihak sekolah dan warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri. Namun karena korban tak kunjung ditemukan, peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada aparat desa dan BPBD Kabupaten Kuningan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat kepolisian, TNI, relawan, serta masyarakat setempat segera diterjunkan untuk menyisir aliran sungai.

Setelah beberapa jam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tersangkut di aliran sungai wilayah Desa Cikubangsari. Korban kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat kondisi cuaca hujan. Ia juga mengingatkan agar anak-anak tidak bermain di sekitar saluran air, sungai, maupun drainase karena arus air dapat meningkat secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak menyepelekan potensi bahaya di sekitar lingkungan, terutama saat hujan deras,” ujarnya.

Baca Juga :  SMK Pertiwi Kuningan Juara Student Futsal Championship 2026

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di tengah hujan dan di sekitar aliran air yang berpotensi membahayakan. (Icu)

Leave a Comment