
KARAWANG – Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) sukses menggelar Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (Sesiomadika) 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis, (4/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua dengan mengangkat tema “Pembelajaran Matematika Bermakna di Era Digital: Dari Pemaknaan Konsep hingga Inovasi Pembelajaran Berbasis Riset”.
Seminar tersebut menjadi wadah bertemunya dosen, guru, peneliti, praktisi pendidikan, serta mahasiswa untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pendidikan matematika di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian kalangan akademisi terhadap pengembangan pendidikan matematika yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ratusan peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan institusi pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNSIKA, Prof. Dr. Saryono, menilai Sesiomadika memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong lahirnya pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Sementara itu, Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP UNSIKA, Dr. Hanifah Nurus Sopiany mengatakan bahwa sesiomadika merupakan bentuk komitmen program studi dalam menghadirkan ruang akademik yang mampu menghubungkan hasil penelitian, praktik pembelajaran, dan kebutuhan nyata dunia pendidikan.
“Mudah-mudahan forum ini menjadi sarana kolaborasi berkelanjutan bagi mahasiswa, guru, dosen dan para peniliti pendidikan mahasiswa,” ujarnya.
Dekan FKIP Unsika, Prof. Dr. Sutirna menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan hakikat pendidikan. Menurutnya, transformasi digital harus tetap berorientasi pada penguatan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan karakter peserta didik.
“Teknologi seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekedar alat penyampaian materi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Aditya Prihandhika sebagai ketua pelaksana kegiatan. Ia menjelaskan bahwa seminar tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi hasil penelitian dan inovasi pembelajaran, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat jejaring akademik antarpendidik dan peneliti dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini sebagai upaya dalam melahirkan berbagai gagasan, kolaborasi, serta inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan matematika di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber nasional yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan matematika. Prof. Dr. Sufyani Prabawanto, membahas pentingnya pendekatan hermeneutika dalam membangun pemahaman konsep matematika.
Sementara Dr. M. Ghiyats Ristiana, mengulas transformasi pembelajaran melalui gamifikasi digital dan teknologi interaktif. Adapun Dr. Septiani Yugni Maudy, M.Pd., memaparkan peran riset pendidikan matematika dalam mengembangkan pemahaman konsep matematis.
Selain seminar nasional, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan presentasi poster hasil penelitian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Agenda tersebut menjadi sarana diseminasi hasil riset sekaligus mendorong tumbuhnya budaya akademik di kalangan mahasiswa.




