
KUNINGAN – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Toto Tohari, memilih tidak banyak berkomentar terkait bursa calon Ketua DPC Gerindra Kuningan. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penentuan kepengurusan kepada jajaran DPP dan DPD Partai Gerindra.
Meski demikian, Toto menyatakan siap menjalankan tugas apa pun yang diberikan partai, termasuk apabila nantinya dipercaya kembali memimpin Gerindra Kuningan.
“Kalau saya selaku kader, apa yang ditugaskan harus siap. Termasuk kan jadi Plt juga saya siap,” ujar Toto, Rabu, (30/9/2026).
Menurutnya, mekanisme penentuan Ketua DPC Gerindra tidak dilakukan melalui Konfercab seperti partai lainnya. Ia menjelaskan bahwa jajaran DPP akan memilah serta menentukan kader yang dinilai layak untuk menduduki posisi pimpinan partai di daerah. Ia pun menegaskan bahwa seluruh kader memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk dipertimbangkan.
“Semua kader Gerindra punya potensi dan punya hak,” katanya.
Jika dirinya dipercaya menjadi Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto menyebut komitmen utamanya adalah tetap berjalan dalam koridor aturan partai. Ia mengatakan selama ini dirinya berusaha patuh terhadap AD/ART serta arahan organisasi.
“Selama ini saya patuh dan taat terhadap koridor aturan dan AD/ART partai. Harus menjalankan sesuai arahan,” tegasnya.
Salah satu bagian dari komitmen tersebut, kata Toto, yaitu ikut mengawal program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di daerah.
“Ya, itu salah satunya,” jawabnya ketika ditanya mengenai komitmen mengamankan program Presiden.
Selain persoalan organisasi, Toto juga mengungkap salah satu hal yang menurutnya perlu dibenahi Gerindra Kuningan, yakni belum memiliki kantor sendiri.
Menurut dia, keberadaan kantor tetap bukan sekadar persoalan administratif, tetapi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
“Pertama, belum punya kantor sendiri,” ujarnya.
Toto membayangkan kantor Gerindra ke depan dapat berfungsi sebagai rumah rakyat atau tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi.
“Jadi nanti Gerindra diwajibkan menjadi rumah rakyat. Siapa pun yang mengadu, gitu. Jadi ada fasilitas khusus,” katanya.
Saat ini, kegiatan partai masih dilakukan di tempat yang berstatus sewa. Karena itu, apabila nantinya memiliki gedung sendiri, ia berharap fasilitas pelayanan masyarakat dan rumah aspirasi dapat dikembangkan secara lebih optimal.
“Kalau sudah punya gedung sendiri kan ada fasilitas segala macamnya,” tuturnya.
Dalam menjalankan fungsi politik partai di daerah, Toto juga menekankan pentingnya sikap objektif, termasuk dalam melakukan pengawasan terhadap program pemerintah. Menurutnya, setiap program maupun pelaksanaan kebijakan harus dilihat berdasarkan fakta dan prosedur yang berlaku.
“Saya pikirannya objektif. Semua manusia mungkin pasti ada kekurangan dan ada kelebihan. Yang penting, apa pun bentuknya, kita bekerja sesuai SOP,” ujarnya.
Sikap tersebut juga ia tunjukkan ketika menanggapi persoalan dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kuningan. Toto menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat yang terdampak. Namun, ia meminta persoalan tersebut tidak langsung diarahkan kepada pihak tertentu sebelum proses investigasi selesai.
“Kita harus objektif. Jangan menyalahkan mitra,” katanya.
Ia menilai proses investigasi penting dilakukan untuk mengetahui sumber persoalan secara utuh. Untuk sementara, pelaksanaan terkait pihak yang terlibat telah ditangguhkan atau suspend hingga terdapat hasil pemeriksaan.
Toto juga menyatakan komitmennya untuk mengawal program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik dan perlu dikawal agar dapat berjalan serta memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kalau KDMP program bagus. Saya kawal,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah persiapan telah berjalan, termasuk penerbitan SK bagi para manajer serta penempatan pengelola di masing-masing lokasi. Menurutnya, keberadaan KDMP harus menjangkau seluruh desa dan kelurahan.
“Setiap desa dan kelurahan harus ada,” katanya.
Ia berharal, keberadaan KDMP dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian di tingkat desa dan kelurahan. “Karena itu untuk minimalnya bisa menampung dan perputaran ekonomi di desanya masing-masing,” imbuhnya.
Terkait pembangunan gedung KDMP, Toto menjelaskan bahwa aset tanah dan bangunan pada prinsipnya menjadi aset desa. Hanya saja, ia memilih tidak memberikan penilaian mengenai lokasi atau bangunan yang dianggap terbaik karena menurutnya hal tersebut merupakan ranah pihak yang memiliki kewenangan melakukan penilaian dan pengawasan.
Di tengah proses penjaringan dan penentuan Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto sendiri kembali menegaskan sikapnya untuk menunggu keputusan partai. Ia tidak ingin mendahului keputusan DPP maupun DPD.
Namun, apabila mandat tersebut kembali diberikan kepadanya, sejumlah komitmen telah ia sampaikan: memperkuat organisasi, membangun kantor partai, menjadikan Gerindra sebagai rumah aspirasi masyarakat, menjalankan AD/ART serta arahan partai, dan mengawal program pemerintah secara objektif.
“Yang penting, apa pun yang ditugaskan partai, saya siap,” tutupnya.





