Sementara, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, menyambut hangat peluang emas tersebut. Bagi pihak kampus, sertifikasi bukan lagi sekadar pelengkap ijazah, melainkan “paspor” yang wajib dimiliki mahasiswa sebelum terjun ke pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa, tapi juga penguatan kapasitas dosen. Kami ingin memastikan Fakultas Ilmu Komputer serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis kami tetap relevan dengan dinamika industri,” ujar Anna.
Ia menegaskan, saat ini Uniku tengah mendorong seluruh mahasiswa untuk melahap program penguatan kompetensi di luar kurikulum inti. Tujuannya jelas yaitu menghasilkan lulusan yang tidak hanya piawai berteori, tetapi juga memiliki pengakuan profesional secara global.
Langkah Uniku ini mencerminkan pergeseran paradigma perguruan tinggi modern. Kampus kini tak lagi sekadar menjadi menara gading penyedia ijazah formal, melainkan menjelma sebagai ekosistem pengembangan skill yang adaptif.
Di tengah ketatnya persaingan perguruan tinggi di Jawa Barat, Uniku mencoba tampil beda dengan memosisikan diri sebagai mitra industri yang tangguh. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir tenaga profesional yang siap bertarung di panggung nasional maupun global, membawa nama Kuningan ke kancah yang lebih luas. (ali)
