
KUNINGAN – Dinamika penyampaian aspirasi publik di Kabupaten Kuningan sepanjang enam bulan pertama tahun 2026 terbilang cukup tinggi. Data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Kuningan mencatat sedikitnya 29 kegiatan penyampaian aspirasi, terdiri dari 15 aksi unjuk rasa dan 14 audiensi.
Berbagai kegiatan tersebut digelar di sejumlah lokasi strategis, mulai dari lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, DPRD Kabupaten Kuningan, hingga Kejaksaan Negeri Kuningan.
Aksi maupun audiensi diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan kelompok warga yang menyampaikan beragam tuntutan serta masukan terkait isu-isu publik.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan, Khadafi Mufti, mengatakan tingginya angka penyampaian aspirasi tersebut menunjukkan masih terpeliharanya ruang demokrasi di Kabupaten Kuningan.
”Pak Bupati dan Bu Wabup senantiasa membuka ruang komunikasi dengan siapapun demi keberlangsungan Kuningan yang lebih baik,” ujarnya, Jum,at, (3/7/2026).
Menurutnya, aksi unjuk rasa maupun audiensi yang dilakukan masyarakat dan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di daerah.
Selama penyampaian aspirasi dilakukan, kata dia, sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihormati.
”Aksi unjuk rasa maupun audiensi dari masyarakat dan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang ada. Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara dan menjadi bagian dari kehidupan demokrasi selama dilakukan secara tertib serta sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat agar setiap aspirasi dapat tersampaikan secara konstruktif. Pendekatan dialog melalui audiensi juga dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang.
Ia berharap budaya menyampaikan pendapat di muka umum maupun melalui forum dialog tetap mengedepankan etika, keamanan, dan ketertiban sehingga iklim demokrasi di Kabupaten Kuningan dapat terus berjalan dengan sehat dan kondusif.
Berdasarkan data semester pertama 2026, total 29 kegiatan penyampaian aspirasi tersebut mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan kebijakan publik di Kabupaten Kuningan.
”Partisipasi aktif masyarakat itu merupakan salah satu indikator dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, responsif, dan demokratis,” tutupnya.




