KUNINGAN – Petugas UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan kembali menangani operasi penyelamatan yang tak biasa. Seorang pria berinisial AR, warga Kecamatan Kuningan, harus mendapat bantuan petugas Damkar setelah alat kelaminnya terjepit botol plastik minuman hingga mengalami pembengkakan.

‎Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/6/2026) malam. Laporan diterima Damkar sekitar pukul 21.00 WIB dari seorang pelapor bernama AGN, setelah korban lebih dulu dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Kuningan.

‎Pelapor, menjelaskan bahwa awalnya korban hanya mengeluhkan sakit tanpa mau menjelaskan penyebabnya. Setelah didesak oleh sang istri, korban akhirnya mengaku alat kelaminnya tersangkut di dalam botol plastik dan tidak bisa dikeluarkan karena sudah membengkak.

‎”Korban sempat menahan sakit dan hanya berbaring. Setelah istrinya terus menanyakan penyebabnya, akhirnya korban mengaku alat kelaminnya masuk ke dalam botol plastik dan tidak bisa dilepaskan. Karena panik, keluarga langsung membawanya ke rumah sakit,” ujanya.

‎Namun, karena rumah sakit tidak memiliki peralatan yang sesuai untuk menangani kondisi tersebut, pihak rumah sakit kemudian menghubungi UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan guna meminta bantuan evakuasi.

‎Empat personel Regu 3 langsung diberangkatkan pada pukul 21.08 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Dengan menggunakan peralatan rescue dan prosedur yang hati-hati, petugas berhasil melepaskan botol plastik dari alat kelamin korban dalam waktu sekitar 20 menit.

‎Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan operasi berjalan lancar dan menjadi salah satu bentuk pelayanan penyelamatan yang rutin dilakukan Damkar di luar penanganan kebakaran.

‎”Damkar memiliki tugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan terhadap berbagai kondisi darurat yang membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. Kami berupaya menangani setiap laporan dengan cepat, profesional, dan mengutamakan keselamatan korban,” ujar Andri.

‎Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi petugas apabila menghadapi situasi darurat yang memerlukan bantuan penyelamatan.

‎”Kami berharap masyarakat segera melapor ketika menghadapi kondisi darurat. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko yang lebih besar,” pungkasnya.

‎Peristiwa tersebut menjadi salah satu contoh beragamnya layanan penyelamatan yang ditangani UPT Damkar Kabupaten Kuningan, mulai dari evakuasi kecelakaan, penyelamatan hewan, hingga penanganan kondisi medis darurat yang membutuhkan bantuan teknis dari petugas rescue.