KUNINGAN – Gelak tawa anak-anak usia dini memecah keheningan pagi di kawasan kaki Gunung Ciremai. Menandai berakhirnya kalender tahun ajaran, Taman Kanak-Kanak (TK) Bina Tunas Warga Desa Tirtawangunan, Kecamatan Sindangagung, memboyong puluhan siswanya untuk melakukan petualangan luar kelas (outing class) di objek wisata air Salaka Land, Desa Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Senin (25/5/2026).

Agenda akhir tahun ajaran ini didesain tidak sekedar sebagai ajang pelesiran atau hura-hura pasca-terima rapor. Pihak sekolah mengemasnya secara tematik lewat perpaduan aktivitas fisik berupa outbound mini, kelas memasak (cooking class), hingga sesi rekreasi berenang bersama. Menariknya, kegiatan ini mewajibkan keterlibatan aktif para orang tua murid mayoritas kaum ibu – ibu untuk masuk ke dalam arena permainan bersama anak-anak mereka.

Sejak pukul 08.00 WIB, anak-anak dengan seragam olahraga tampak tidak sabar menjajal wahana ketangkasan luar ruang. Sesi outbound diarahkan untuk melatih motorik kasar dan keberanian personal anak. Kegembiraan bergeser ke area teduh saat anak-anak diajak memegang peralatan dapur mini dalam sesi cooking class. Di sini, mereka belajar mengenali tekstur makanan dan melatih kemandirian sejak dini.

Interaksi sosiologis paling hangat justru terlihat saat sesi berenang bersama dimulai. Para ibu melebur tanpa sekat, menemani buah hati mereka bermain air dan seluncuran. Guru pendamping TK Bina Tunas Warga menjelaskan bahwa fase golden age (usia emas) anak memerlukan ruang stimulasi yang menyenangkan di luar dinding kelas yang kaku.

“Anak-anak butuh memori masa kecil yang bahagia bersama ekosistem terdekatnya. Lewat metode belajar berbasis rekreasi ini, kami tidak hanya menguji aspek motorik anak, tetapi juga sengaja merajut kembali ikatan emosional antara guru, orang tua, dan murid yang mungkin sempat renggang karena kesibukan harian,” ujar sang guru di sela-sela kegiatan.

Skema penutupan tahun ajaran yang interaktif ini menuai respons positif dari kalangan wali murid. Mereka mengapresiasi langkah sekolah yang tidak menjebak agenda perpisahan dalam seremoni formalitas yang mahal dan membosankan di dalam gedung.

“Kegiatan di alam terbuka seperti di Salaka Land ini jauh lebih berkesan untuk anak-anak. Mereka bisa bebas bergerak, sementara kami sesama orang tua bisa saling bertukar pikiran dan bercengkerama santai dengan para guru,” ungkap salah satu perwakilan ibu wali murid.

Momen kebersamaan di Salaka Land Caracas ini menjadi penutup lembaran cerita yang manis bagi siswa TK Bina Tunas Warga Tirtawangunan. Pengalaman kolektif ini diharapkan menjadi bekal mental dan pemantik rasa percaya diri yang kuat bagi anak-anak sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Sekolah Dasar (SD). ***