
KUNINGAN – Hujan deras yang mulai terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan mulai menyebabkan banyak bencana. Selain banjir dan longsor, curah hujan juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum yakni jembatan.
Salah satu jembatan yang terdampak yakni jembatan Cipedak, penghubung tiga desa yang meliputi desa Cijemit, Gunungmanik, dan Pinara Kecamatan Ciniru. Kondisinya terancam ambruk. Hal itu disebabkan kontruksi bangunan tiang penyangganya yang terkikis air.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak pukul 14.30 WIB hingga 20.00 WIB. Kondisi itu membuat debit Sungai Cipedak meningkat dan menggerus bagian penyangga jembatan.
”Jembatan itu penghubung antara Desa Cijemit, Desa Gunungmanik, dan Desa Pinara. Kondisi penyangganya mengalami penurunan 30 centimeter terkikis aliran sungai. Akibatnya jembatan mengalami retakan dan terancam ambruk,” ujar Indra, Selasa (11/11/2025)
Menurutnya, kondisi jembatan berukuran 43x12x4 meter itu kondisinya sangat mengkhawatirkan dan untuk sementara tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
”Untuk sementara kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melintas dari Desa Cijemit, Desa Gunungmanik dan Desa Pinara,” tambahnya.
Menindaklanjuti hal itu, BPBD Kuningan bersama aparat desa, TNI, POLRI, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melakukan penanganan darurat dengan meninjau kondisi jembatan dan memastikan keamanan.
”Aparat desa dibantu masyarakat memasang rambu-rambu dari bambu untuk sementara menutup jembatan,” tuturnya.
BPBD Kuningan juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan menghindari area sekitar jembatan. Menurutnya, masyarakat harus mengutamakan keselamatan meskipun harus memilih jalur lain yang lebih jauh.
”Kami menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam beraktifitas agar tidak terjadi musibah atau hal-hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya. (Icu)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.