Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Sosok

Raisha Nur Alzena, Penari Cilik yang Mencuri Perhatian Panggung Budaya

Penari cilik yang tampil memukau di panggung budaya di alun - alun cigugur pada kegiatan DPRD mengabdi

KUNINGAN — Di antara riuh masyarakat yang memenuhi Alun–Alun Cigugur pada agenda DPRD Mengabdi dalam Sapa Warga Berbasis Budaya yang digagas Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, Kamis (27/11/2025), sorotan publik sempat tertuju pada seorang bocah kecil dengan dandanan cantik. Gerak tubuhnya luwes, langkahnya mantap, dan tatapan matanya penuh keyakinan, seolah panggung itu memang disediakan khusus untuknya. Dialah Raisha Nur Alzena, penari cilik berusia lima tahun asal Dusun Malaraman, RT 03 RW 10, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Lahir pada 8 Januari 2020, Raisha kini menjadi salah satu bibit seni tari yang menonjol dari Sanggar Gupay Mitra, tempatnya belajar sejak Agustus 2025. Meski masih duduk di TK Al Ihya Cigugur, kemampuan menarinya telah melampaui usianya. Dalam setiap penampilan, ia menunjukkan penguasaan ritme dan gerak yang matang, membuat banyak orang terpukau setiap kali ia menaiki panggung.

Tidak hanya tampil memukau, Raisha juga telah mulai menorehkan prestasi dalam berbagai ajang seni tari. Untuk usianya yang masih sangat muda, deretan pencapaiannya mengesankan. Raisha pernah meraih Juara 2 tingkat SE Wilayah Cirebon, Juara 2 tingkat TK SE Kota Bandung, serta Harapan 1 pada Pasanggiri Tasik Expo. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa bakatnya tidak hanya bersinar di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di berbagai daerah.

Di sisi panggung, sang ibu, Lusi, menyaksikan penampilan putrinya dengan penuh kebanggaan. Ia mengaku tak menyangka Raisha akan berkembang secepat ini, mengingat awalnya ia hanya memasukkan Raisha ke sanggar untuk mengisi waktu luang.

“Memang satu sih ini untuk isi waktu, dan juga hobi menari. Kalau anak kecil ini bisa kayak gini mah belum ada kemauan ya,” tuturnya. Lusi menambahkan, sejak Agustus Raisha menunjukkan ketekunan luar biasa. Ia cepat menghafal gerak, berani tampil, dan selalu terlihat antusias setiap kali latihan.

Baca Juga :  109 ASN di Kuningan Naik Jabatan Fungsional

Lusi berharap keaktifan Raisha dapat memberi inspirasi bagi anak-anak lainnya di Desa Cisantana. “Harapan saya mah bisa memotivasi anak-anak yang lain. Kalau anak-anak bisa tampil percaya diri seperti ini, kan bagus. Jadi punya kegiatan positif,” ujarnya.

Agenda budaya yang digelar DPRD Jawa Barat ini menjadi panggung yang tepat bagi munculnya bakat-bakat muda seperti Raisha. Acara tersebut memang dirancang untuk melibatkan masyarakat dalam pelestarian seni tradisi, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Penampilan Raisha tidak hanya menggambarkan keterampilannya dalam menari, tetapi juga memperlihatkan harapan baru bagi masa depan seni budaya di Kuningan. Bahwa dari lereng-lereng Gunung Ciremai, lahir seorang penari kecil yang bukan saja berbakat, tetapi juga memiliki semangat dan keberanian untuk terus berkembang. Dengan dukungan keluarga, sanggar, dan lingkungan, Raisha Nur Alzena menunjukkan bahwa potensi seni bisa tumbuh dari mana saja, bahkan dari seorang gadis kecil berusia lima tahun yang menari dengan sepenuh hati di panggung Cigugur. (ali)

Leave a Comment