KUNINGAN – Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kuningan resmi memiliki nahkoda baru. Arief Komara dipercaya memimpin organisasi olahraga tradisional ini untuk periode mendatang. Usai dilantik secara khidmat, Arief Komara langsung mematok target ambisius yaitu membawa atlet Barongsai Kuningan tampil kompetitif pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Bekasi.
Pelantikan pengurus FOBI Kuningan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah secara lengkap, menandakan dukungan kuat pemerintah terhadap pengembangan Barongsai sebagai cabang olahraga prestasi. Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengprov FOBI Jawa Barat Djoni Toat Muljadi, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta Ketua KONI Kabupaten Kuningan Trias Andriana.
Dalam sambutannya, Arief Komara menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak ingin terjebak pada rutinitas administratif semata. Ia menyebut, tantangan utama FOBI Kuningan adalah membangun fondasi organisasi sekaligus menyiapkan atlet dalam waktu yang relatif singkat menuju Porprov 2026.
“Kami langsung dihadapkan pada agenda besar Porprov Jawa Barat pada November 2026 di Bekasi. Ini tantangan pertama bagi FOBI Kuningan sebagai organisasi yang relatif baru. Target kami jelas, meski baru pertama kali ikut, harus bisa memberikan hasil terbaik untuk daerah,” kata Arief.
Untuk mengejar target tinggi tersebut, Arief Komara telah menyiapkan lima langkah strategis. Langkah-langkah tersebut mencakup pendataan klub Barongsai yang ada di Kuningan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan pelatih dan wasit, hingga penyelenggaraan event rutin sebagai ajang seleksi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Arief juga menekankan bahwa Barongsai tidak bisa lagi dipandang sebatas seni pertunjukan atau budaya. Menurut dia, Barongsai adalah olahraga yang menuntut kekuatan fisik, ketangkasan, keberanian, serta kerja sama tim yang solid. “Nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kebersamaan menjadi inti dari olahraga ini,” ujarnya.
Ketua Pengprov FOBI Jawa Barat Djoni Toat Muljadi mengapresiasi terbentuknya kepengurusan FOBI Kuningan, terutama dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati. “Saya baru pertama kali menghadiri pelantikan pengurus cabang di mana Bupati dan Wakil Bupati hadir lengkap. Ini pertanda baik bagi masa depan FOBI Kuningan,” kata Djoni.
Djoni menegaskan bahwa Barongsai kini telah resmi menjadi cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan hingga level Pekan Olahraga Nasional (PON), dan ia membawa kabar baik bagi Kuningan menjelang Porprov 2026. Menurutnya, FOBI Jawa Barat memutuskan tidak menggelar babak kualifikasi menuju Porprov.
“Semua kabupaten dan kota boleh langsung mengirimkan atletnya. Ini kesempatan besar, termasuk bagi Kuningan,” ujarnya, memberikan peluang emas bagi FOBI Kuningan untuk langsung unjuk gigi di ajang regional.
Ia juga menekankan bahwa Barongsai adalah olahraga milik bangsa Indonesia, bukan lagi eksklusif, menjadikannya olahraga prestasi yang inklusif.
Sementara, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengingatkan agar kepengurusan FOBI tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia meminta pengurus fokus pada pembinaan atlet usia dini dan regenerasi.
“Susun program kerja yang terarah dan terukur. Tantangan terbesar adalah mencari bibit atlet sejak dini. Organisasi jangan sampai ada, tapi atletnya tidak ada,” tegas Dian.
Bupati Dian optimistis, dengan kerja keras dan pembinaan yang konsisten, Barongsai Kuningan mampu bersaing. “Prestasi lahir dari pertemuan kerja keras, disiplin, dan doa. Jadikan FOBI rumah besar pembinaan karakter dan prestasi,” tutupnya. (ali)
