Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ragam

BAZNAS RI Resmikan Balai Ternak Berkapasitas 244 Domba di Desa Ini

peninjauan kandang domba yang diresmikan oleh BAZNAS RI

KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi meluncurkan program Kampung Zakat dan Balai Ternak Zakat Mukti Raharja di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa kemarin. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam pengelolaan zakat, dari sekadar bantuan konsumtif jangka pendek menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi produktif berbasis perdesaan.

Program ini merupakan buah kolaborasi strategis antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Kuningan, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kuningan serta Pemerintah Desa Sayana.

Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menegaskan bahwa proyek di Desa Sayana ini adalah prototipe kemandirian ekonomi. Ia menyebut zakat harus mampu mengubah posisi ekonomi penerima manfaat (mustahik) secara fundamental.

“Balai Ternak dan Kampung Zakat ini adalah bentuk ikhtiar BAZNAS untuk mendorong mustahik naik kelas. Target akhirnya adalah mereka mampu mandiri dan pada waktunya bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat),” tegas Eka dalam sambutannya.

Secara teknis, Balai Ternak Mukti Raharja bukan sekadar kandang biasa. Berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi dengan dukungan lahan hijauan pakan mencapai satu hektare, fasilitas ini dirancang dengan pendekatan manajemen ternak modern.

Pada tahap awal, balai ini memiliki kapasitas 244 ekor domba. Fasilitasnya pun terbilang lengkap, mencakup unit pengelolaan pakan mandiri, area pelatihan bagi para peternak lokal, serta sistem sanitasi yang ketat untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Eka Budhi menambahkan bahwa Balai Ternak ini juga berfungsi sebagai pusat ketahanan pangan desa serta sarana edukasi. “Kami ingin memastikan dana zakat dikelola secara profesional, produktif, dan akuntabel sehingga dampaknya nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kuningan Borong Bantuan Pusat, 150 Rutilahu Dari Baznas RI Siap Dibangun

Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, yang hadir langsung dalam peresmian tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan Kuningan sebagai lokasi program nasional ini. Menurutnya, program ini menyentuh aspek paling krusial dalam pembangunan daerah: kemandirian ekonomi warga desa.

“Ini adalah wujud nyata empati, gotong royong, dan kebersamaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat Kuningan,” kata Dian. Ia bahkan berharap model Balai Ternak Mukti Raharja dapat menjadi percontohan yang bisa direplikasi di desa-desa lain di seluruh Kabupaten Kuningan guna mempercepat pengentasan kemiskinan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, HR Yayan Sofyan, menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas level. Ia juga menyoroti potensi ekonomi sirkular dari balai tersebut, seperti produksi pupuk organik dari limbah ternak yang dapat dimanfaatkan oleh petani lokal.

Dengan peresmian ini, Desa Sayana kini menjadi titik tumpu baru bagi gerakan zakat produktif yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat perdesaan secara berkelanjutan. (ali)

Leave a Comment