Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Sempat Dijadikan Andalan, Aplikasi MBG Mandeg Karena Anggaran

Ilustrasi Gemini

KUNINGAN – Pengembangan aplikasi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan mengadopsi sistem dari Kabupaten Sumedang hingga kini belum terwujud. Salah satu alasan yang menghambat rencana tersebut karena anggaran tidak tersedia.

Hal itu disampaikan, Roro Ninghartini, selaku Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kabupaten Kuningan. Ia menjelaskan bahwa saat ini tahapan kerjasama masih dalam proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“PKS sedang diproses, tinggal penandatanganan. Sementara aplikasi dari Sumedang juga masih tahap setup, jadi belum selesai sepenuhnya,” ujarnya, Selasa, (12/5/2026).

Ia menyebutkan, aplikasi yang nantinya akan digunakan di Kabupaten Kuningan merupakan sistem milik Pemerintah Kabupaten Sumedang yang akan diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Punya Sumedang kita adopsi, nanti kita custom,” katanya.

Namun demikian, proses pengembangan aplikasi tersebut belum dapat berjalan optimal lantaran belum tersedia anggaran khusus. Kondisi itu, kata dia, menjadi hambatan utama dalam percepatan implementasi sistem digital tersebut.

“Belum ada anggarannya. Itu memang jadi kendala utama,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila dukungan anggaran sudah tersedia, proses penyesuaian aplikasi hingga sosialisasi kepada pihak terkait dapat dilakukan lebih cepat.

“Kalau ada anggarannya kita bisa cepat dikustom, kemudian disosialisasikan,” jelasnya.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara detail fitur-fitur dalam aplikasi tersebut karena tidak terlibat langsung dalam kunjungan tim ke Sumedang beberapa waktu lalu. Meski begitu, proses persiapan tetap berjalan sambil menunggu penyelesaian tahapan administrasi dan dukungan pembiayaan.

Pihaknya sendiri disebut tengah mencoba memfasilitasi pengembangan aplikasi tersebut agar nantinya dapat menunjang kebutuhan layanan MBG secara lebih terintegrasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, hadirnya aplikasi tersebut sebagai upaya untuk mengawal dan membantu mensukseskan program MBG, seperti halnya disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) program MBG, U. Kusmana.

Baca Juga :  MBG di Kuningan: Antara Niat Baik dan Carut-Marut Dapur yang Belum Siap

Menurut Uu, melalui aplikasi tersebut publik bisa mengakses aktivitas setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari perencanaan, pembuatan menu, hingga penerima manfaat.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi