Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Bupati Bisa Stop Dapur MBG, Semua Diminta Taat

KUNINGAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan kini diberikan kewenangan untuk mengawal dan mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan saat ini berhak memberhentikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, saat menggelar rapat koordinasi dengan pemilik SPPG/yayasan dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Rakor tersebut digelar di Aula Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin, (22/12/2025).

Hadir juga pada kesempatan itu Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Koordinator SPPI, Ketua Yayasan atau Mitra program MBG, serta kepala dinas yang berhubungan dengan program MBG.

Menurut Dian, kebijakan baru dalam peraturan itu merupakan upaya serius dalam penguatan program yang digagas Presiden Prabowo. Karena itu dia menegaskan supaya para pemilik dapur dan SPPI segera melengkapi setiap instrumen dapur SPPG supaya sesuai dengan ketentuan.

“Hari ini saya tidak main-main, kita bisa saja melakukan penutupan dapur sementara dan bahkan permanen, jika ada dapur SPPG tidak mengikuti aturan BGN dan Perpres,” ujarnya.

Dian juga menyoroti tiga poin yang menurutnya harus menjadi perhatian penting bagi pemilik dapur. Tiga hal itu di antaranya, harga satu porsi penerima manfaat, dapur yang tidak memiliki IPAL dan SLHS, serta konflik internal SPPG.

“Jangan sampai ada kasus harga satu porsi untuk penerima manfaat di potong, kasian anak-anak kita. Kemudian, saya tegaskan di setiap dapur harus tersedia IPAL dan harus memiliki SLHS, dan yang ketiga, saya pernah mendapat aduan bahwa ada salah satu dapur konflik antara pegawainya bahkan SPPI dan yayasan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dian juga menyoroti UMKM yang kini belum tersentuh. Dia menceritakan saat kunjungan ke pasar dan berdialog dengan salah satu pedagang, masih ada yang mengaku belum memiliki peluang dengan adanya program MBG.

Baca Juga :  Diangkut Tiga Kali Seminggu, Sampah Desa Sindangsari Tetap Menggunung

“Kemarin saya ke Pasar Kepuh dan berdialog secara langsung dengan salah satu pedagang di sana, ia mengeluh kepada saya karena dagangannya sepi. Kemudian saya tanya mengenai MBG katanya belum tersentuh,” ujarnya.

Dian berharap, hadirnya program MBG menjadi penggerak ekonomi di masyarakat, terutama di kalangan UMKM setempat. Kemudian, ia menegaskan supaya para pemilik dapur dan korwil SPPG Kuningan agar membeli bahan baku kepada pedagang terdekat (Icu)

Leave a Comment