KUNINGAN — Aula tempat berlangsungnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Kabupaten Kuningan pada Minggu, (21/12/2025), mendadak riuh. Di sela-sela pembahasan agenda politik yang strategis, ratusan kader secara spontan melakukan aksi penggalangan donasi. Hasilnya tidak main-main, dalam waktu singkat terkumpul dana sebesar 47,56 juta rupiah yang diniatkan untuk membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh.
Aksi solidaritas ini seolah menjadi pembuka tabir bagi tema besar yang diusung PKS tahun ini “Kader Sehat, Pelayanan Meningkat”. Bagi partai berlambang bulan sabit dan padi ini, politik bukan hanya urusan memenangkan kursi di parlemen atau perebutan kekuasaan, melainkan bagaimana menjaga denyut pelayanan sosial tetap berdetak kencang di tengah tantangan zaman yang kian pelik.
Ketua DPD PKS Kuningan, H. Dwi Basyuni Natsir, menegaskan bahwa rakerda kali ini adalah momentum krusial untuk memastikan seluruh instrumen partai bergerak seirama dengan kebutuhan rakyat. Dwi menyadari bahwa untuk melayani rakyat yang permasalahannya kian kompleks, dibutuhkan kader yang tangguh secara fisik, mental, hingga ideologis.
“Rumah Keluarga Indonesia (RKI) menjadi salah satu ujung tombak kami. Kami ingin masuk ke sel terkecil masyarakat, yaitu keluarga, untuk memperkuat ketahanan mereka di tengah gempuran krisis ekonomi dan sosial,” ujar Dwi.
Selain RKI, PKS Kuningan membedah tujuh program unggulan lainnya. Mulai dari GEMA (Gerakan Ekonomi Mandiri) yang fokus pada pemberdayaan ekonomi warga, hingga JAWARA (Jaringan Wakil Rakyat) yang merupakan mandat khusus bagi para legislator PKS untuk lebih intensif turun ke lapangan. Program lain seperti SAKTI (Sekolah Kader Patriot Indonesia) dan API (Akademi Pemimpin Indonesia) disiapkan untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas.
Hadir dalam forum tersebut, Sekretaris DPW PKS Jawa Barat, Dr. H. Atang Trisnanto, memberikan wejangan tajam bagi para kader di akar rumput. Atang mengingatkan agar PKS tidak terjebak menjadi “partai musiman” yang hanya tampak sibuk dan rajin menyapa warga saat menjelang pesta demokrasi atau momentum elektoral semata.
“Keberhasilan kita tidak ditentukan oleh slogan-slogan indah di baliho, melainkan oleh kerja kolektif yang berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Bangunlah amal jama’i, jaga kekompakan, dan perkuat kolaborasi lintas sektor,” tegas Atang di hadapan jajaran pengurus dan kader.
Atang menekankan bahwa penggalangan donasi puluhan juta rupiah yang dilakukan spontan di tengah rakerda adalah bukti otentik dari keberpihakan partai terhadap kemanusiaan. Hal ini, menurutnya, harus menjadi budaya yang melekat dalam diri setiap kader PKS di manapun mereka berada.
Selain urusan pelayanan sosial dan kemanusiaan, rakerda ini juga menyinggung soal modernisasi partai melalui program Total PKS. Program ini merupakan langkah transformasi digital agar PKS kian adaptif dan transparan dalam mengelola organisasi di era teknologi informasi yang serba cepat.
Dengan donasi yang terkumpul dan delapan program kerja yang telah dipetakan secara rapi, PKS Kuningan tampak ingin mengirimkan pesan kuat ke publik: bahwa mereka sedang bersiap untuk “lari jarak jauh” dalam melayani rakyat Kuningan, bukan hanya sprint pendek demi mengejar suara. (ali)
