Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Cirebon

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Jalur KA Kedawung

Penemuan mayat di sisi jalur KA, Desa Cangkring Kabupaten Cirebon

CIREBON – Warga Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, dikejutkan dengan penemuan sesosok pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia di jalur kereta api, Sabtu sore, (24/1/2026). Korban ditemukan tergeletak di KM 215+4 jalur hulu petak Jalan Cangkring sekitar pukul 15.18 WIB.

Korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut diduga kuat tertemper Kereta Api Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang yang melintas di lokasi kejadian. Dugaan itu menguat berdasarkan keterangan awal dari masinis serta petugas di lapangan.

Kapolsek Kedawung Kompol. Ahmad Nasori, S.H. mengatakan korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 30 tahun. “Identitas korban belum diketahui dan saat ini masih berstatus Mr. X,” ujar Ahmad Nasori saat dikonfirmasi kontributor cikalpedia.id

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diketahui mengenakan sweater berwarna merah dan celana pendek berwarna biru dongker. Di sekitar lokasi juga ditemukan sebuah sepeda berwarna biru yang diduga milik korban. Polisi masih mendalami apakah sepeda tersebut digunakan korban sebelum kejadian atau hanya kebetulan berada di lokasi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Anggi Ardiawan, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT KAI yang berdomisili di Kecamatan Plumbon, Kota Cirebon. Anggi menerima laporan langsung dari masinis KA Bangunkarta yang menyampaikan bahwa kereta yang dikemudikannya diduga telah menabrak seseorang di jalur tersebut.

Saksi lain, Otong Syarif, seorang wiraswasta asal Kecamatan Tengahtani, mengaku menerima informasi dari warga sekitar mengenai adanya korban tertabrak kereta api. Ia kemudian segera menghubungi Polsek Kedawung untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu, Solehudin, saksi ketiga yang juga warga Kecamatan Tengahtani, menjelaskan bahwa dirinya melihat langsung korban saat melintas di jalur rel. “Saat saya berjalan kaki, saya melihat seorang pria sudah tergeletak di rel. Dari kondisinya, saya menduga korban tertabrak kereta api,” ujarnya kepada petugas.

Baca Juga :  Maut Dini Hari di Cijoho: Polisi Kejar Kendaraan Misterius Penabrak Nmax

Kapolsek Kedawung menuturkan, kronologis kejadian bermula saat Solehudin menemukan korban di jalur rel dan melaporkannya kepada Otong Syarif selaku tokoh lingkungan setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Petugas gabungan dari Polsek Kedawung dan Polres Cirebon Kota segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Gunung Jati Kota Cirebon untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian serta mendukung proses identifikasi.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi kantor polisi terdekat atau memanfaatkan Layanan Polisi 110. “Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu proses identifikasi korban,” kata Aris.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di sekitar jalur kereta api. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel demi keselamatan bersama, sembari memastikan kasus ini akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku. (Frans)