KUNINGAN – Keputusan 10 besar calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan masih menunggu satu tahapan seleksi, yakni wawancara. Tes wawancara menjadi salah satu dari tiga rangkaian tes yang nilainya akan diakumulasikan sebagai penentu sepuluh nama yang direkomendasikan.
“Hasil seleksi administrasi seluruhnya 20 orang. Hanya saja yang ikut seleksi lanjutan, yaitu CAT dan penulisan makalah hanya 19 orang. Ada satu orang yang tidak hadir dan dinyatakan gugur,” tutur Ketua Tim Seleksi BAZNAS Kuningan, H. Toni Kusumanto, Kamis (5/2/2025).
Dari 19 orang yang mengikuti tes kemampuan dasar melalui sistem CAT dan penulisan makalah, menurutnya, akan diambil 10 terbaik setelah proses wawancara. Adapun pelaksanaan wawancara akan dilaksanakan Sabtu dan Minggu (7-8/2/2025) dan pelaksanaannya akan dilakukan oleh tiga asesor atau penilai dari unsur timsel.
“Setelah koordinasi dengan BAZNAS RI, asesor atau penilai tes disediakan dari internal tim seleksi,” tuturnya.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan itu memastikan, penilaian dilakukan objektif sesuai hasil CAT, gagasan ata ide dalam makalah, dan wawancara. Menurutnya, hasil CAT sudah pasti sesuai tes kemampuan dasar para peserta, sedangkan penilaian makalah ditinjau dari sistematika penulisan, penguasaan masalah, serta rumusan ide atau gagasan yang ditawarkan untuk mengembangkan BAZNAS ke depan.
“Tes penulisan makalah kami sediakan waktu 3 jam. Selama waktu itu para peserta menuangkan ide dan gagasannya untuk masa depan BAZNAS yang lebih baik. Penilaiannya seperti di kampus, sudah ada teknik penilaian makalah,” tuturnya.
Toni menyebut, BAZNAS Jawa Barat yang hadir memonitoring pelaksanaan seleksi mengaku kaget karena seleksi yang digelarnya jauh berbeda dengan di daerah lain di Jawa Barat. Tahapan seleksi BAZNAS Kuningan sudah mengikuti peraturan yang sangat ketat sebagaimana ditetapkan dalam PMA Nomor 10 Tahun 2025.
“Kegiatan kemarin (Tes CAT dan penulisan makalah) alhamdulillah lancar. Hadir dari BAZNAS Jawa Barat dan mengku tahapan di kita lebih ketat, berbeda dari seleksi daerah lain sebelumnya,” tuturnya.
Selain membantah potensi subjektifitas dalam penilaian penulisan makalah dan wawancara, Toni juga memastikan bahwa yang dinyatakan lolos 10 besar nanti merupakan peserta terbaik berdasar hasil tahapan tes yang dilaksanakan. Bahkan, pihaknya juga menegaskan, di dalam skema seleksi, tidak ada istilah jatah organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang selama ini disebut-sebut sebagai unsur keterwakilan kepemimpinan BAZNAS.
“Kami pastikan mereka yang terbaik yang masuk 10 besar. Kami tidak melihat latar belakang organisasi atau backgrond apapun. Jika melihat latar belakang (Ormas) kasian yang punya potensi bagus,” pungkasnya.
Keputusan siapa saja lima dari 10 nama hasil seleksi tersebut sepenuhnya ditentukan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rahmat Yanuar. Sebelum dilantik, lima nama pertama dan lima nama lainnya sebagai calon pengganti antar waktu akan disampaikan terlebih dahulu ke BAZNAS Republik Indonesia. (Ceng)
