KUNINGAN – Hak kebebasan berpendapat menjadi tema diskusi hangat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat dikunjungi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hak Asasi Manusia (HAM), Hasbullah Fudail, Sabtu, (7/2/2026).
Menurut Ketua Umum HMI Kuningan, Muhammad Naufal Harits, dinamika kebebasan berekspresi sering kali dipandang sebagai ancaman, padahal menyampaikan kritik yang konstruktif merupakan bagian dari demokrasi yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar pasal 28E ayat 3.
“Seringkali ketika kita menyampaikan aspirasi, kritik, kita dituding hal yang tidak wajar, bahkan hari ini teman-teman kita masih ada yang ditahan di jeruji besi akibat menyampaikan aspirasi atau demonstrasi,” ujar Naufal
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi catatan serius bagi seluruh elemen, khususnya aparat penegak hukum dan pemerintah, agar tidak memandang kebebasan berpendapat sebagai tindakan yang mengganggu stabilitas, melainkan sebagai kontrol sosial yang sah dalam negara demokratis.
Sementara itu, Kakanwil HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hak kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan hak asasi yang dijamin konstitusi serta berbagai instrumen hukum nasional maupun internasional.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tetap harus dijalankan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
“Negara wajib melindungi setiap warga negara yang menyampaikan pendapatnya secara damai. Aparat negara juga harus memahami batasan dalam bertindak agar tidak terjadi pelanggaran HAM,” ujar Hasbullah.
Ia juga mengapresiasi peran mahasiswa, khususnya HMI, sebagai kelompok intelektual yang konsisten menyuarakan aspirasi rakyat. Menurutnya, dialog dan diskusi seperti itu penting digelar untuk membangun pemahaman bersama antara masyarakat sipil dan negara terkait penegakan HAM.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh kader HMI Kuningan. Berbagai isu seputar kebebasan berekspresi, penanganan aksi demonstrasi, hingga peran mahasiswa dalam menjaga demokrasi turut mengemuka dalam forum tersebut. (Icu)
