KUNINGAN – Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi dihebohkan dengan ulat bulu yang masuk ke rumah warga. Bahkan fenomena itu turut mengganggu pengendara yang melintas di jalan tersebut.
Ulat tersebut bersarang di pohon jati putih di depan kediaman, Diding Sumardi (55), yang merupakan seorang wiraswasta. Menurutnya, ulat bulu tersebut masuk ke dalam rumah melalui bentangan kabel dan hembusan angin.
”Saya merasa terganggu dengan ulat bulu yang begitu banyak,” ujar Diding, Minggu (8/2/2026).
Tak hanya itu, hewan yang membuat gatal itu kerap berjatuhan ke jalan mengenai pengendara yang sedang melintas. Para pengendara pun terganggu dan khawatir karena bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Melihat hal itu, Diding segera melapor kepada UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan untuk segera ditangani. “Takutnya berpotensi kecelakaan, jadi saya langsung meminta bantuan ke Damkar,” tutur Diding.
Setelah mendapatkan laporan, tim Damkar langsung gerak cepat ke lokasi, terhitung dalam perjalanan dari kantor ke lokasi memakan waktu 25 menit dan kemudian langsung memberikan penanganan dengan menyemprotkan cairan insektisida. Selain itu, petugas juga membakar sarang ulat tersebut untuk mengantisipasi tidak muncul kembali.
Meski penanganan ulat bulu tersebut mengalami kesulitan dikarenakan posisi sarang sulit untuk dijangkau, tetapi tim damkar menggunakan teknik pembakaran melalui gas dan besi panjang guna menjangkau titik sarang di dahan pohon yang tinggi.
Andri Arga Kusuma, selaku Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa keberadaan ulat bulu mengancam kesehatan dan keselamatan warga, terlebih risiko iritasi kulit dan reaksi alergi bagi penghuni rumah serta warga sekitar.
”Ulat bulu ini berbahaya, dan populasi yang tidak terkendali juga dapat memicu gangguan pada pengguna jalan,” ujar Andri. (Icu)
